JJ REWIND 2020 Berlangsung Seru, Tantang Solidaritas Para Bikers

0
230
JJ REWIND 2020
JJ REWIND 2020 diikuti 24 bikers petualang. Foto: Irlangga D. Putra

NaikMotor – Kesuksesan event Jamilo’s Journey x Kopiko 78 Rewind 2020 atau JJ Rewind 2020 yang berlangsung pekan lalu berhasil membungkus kenangan manis. Meski dituntut solidaritas dan kesabarannya, para bikers yang berasal dari berbagai daerah di Tanah Air ini mengaku sangat menikmatinya. 

Digelar pada 18 – 20 Desember 2020, JJ Rewind 2020 “Explore West Java – Banten” yang diikuti oleh 24 bikers petualang ini berlangsung sukses. Ibnu Jamil pun turut mengakui bahwa acara tersebut menyisakan kenangan yang manis

“Sumpah gue salut dengan acara ini. Ternyata aktifitas riding petualangan yang selama ini gue jalani bersama tim Jamilo’s Journey diminati banyak bikers,” ujar aktor dan presenter satu ini. Padahal konsep JJ REWIND terbilang berbeda dengan kebanyakan touring roda dua lainnya.

JJ REWIND 2020

“No hotel, no resto, no woman, no cry rupanya bisa dinikmati para peserta. Kita benar-benar tidak menggunakan hotel untuk bermalam, dan hanya mengandalkan rumah-rumah penduduk untuk makan. Konsep ini sama dengan yang gue jalani saat berpetualang dengan tim Jamilo’s Journey.”

Ada 10 peserta terpilih yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia, seperti Bogor, Tangerang, Medan, Semarang, Bantul, Blitar, dan Makassar. Salah satu peserta, Agus Black pun mengakui kesuksesan JJ Rewind 2020. Menurutnya, kegiatan berpetualang dengan sepeda motor seperti yang Ibnu Jamil lakukan saat ini sudah hampir punah.

“Jujur saya salut. Berpetualang seperti ini mengingatkan saya pada 2009, di mana saat itu kebersamaan ketika riding sangat kental. Di sini kita kembali diingatkan tentang merasakan pahit dan manis bersama,” ujar riders asal Pasuruan, Jawa Timur ini.

“Mau makan ketok pintu rumah penduduk. Itu orijinal banget. Artinya, menurut Tajul, riders diajak merasakan hidup seperti orang-orang di kampung-kampung terpencil,” lanjut Ketua Umum komunitas CRF Rally Indonesia, Tajul Arifin.

Sementara itu, Eeng Angrena, peserta asal Lampung mengungkapkan: “Saya biasa main trabasan. Tapi belum pernah mengalami yang seperti ini. Di sini mental kita sebagai riders benar-benar diuji. Kekuatan untuk menjalani riding hingga larut malam di daerah-daerah terpencil di atas gunung menguras mental dan stamina.

Dengan mengambil rute Jakarta – Gunung Halimun – Ujung Kulon, JJ Rewind 2020 dikomandani oleh Wisnu “Gareng” Guntoro, seorang jurnalis senior dan petualang bermotor. Jalan yang dilalui hampir seluruhnya merupakan ruas perkampungan dengan medan off-road. Tidak sedikit jalurnya membutuhkan keberanian dan kekompakan sesama riders.

JJ REWIND 2020

“Hari pertama riders harus mampu menyisir sisi barat Gunung Halimun-Salak hingga tengah malam, sebelum tembus ke pesisir selatan Banten. Sementara hari kedua mereka harus bisa bekerjasama menyeberangi muara-muara sungai yang dalam, dan bertahan tanpa rumah-rumah penduduk di sepanjang bibir pantai Banten. No way out!”

Ibnu menambahkan JJ Rewind 2020 memang menuntut kesabaran dan solidaritas. Bahkan, jika riders tidak memiliki jiwa petualang, ia yakin setiap riders bisa tertekan dan menyerah.

“Beruntung seluruh peserta adalah para lelaki gagah. Gue melihat mereka happy-happy saja. Riding dengan sepatu basah sampai kaki keriput dan tak tahu kapan waktu finish memang cuma bisa dinikmati para petualang sejati,” imbuhnya. (Litha/Prob/NM) 

LEAVE A REPLY

*