Sepeda Motor Listrik di Indonesia Paling Realistis Berkembang Menurut Ahli

0
64
Jokowi Akan Beli 100 Unit Motor Listrik GESITS
Presiden Jokowi menjajal motor listrik Gesits di Istana Negara, Rabu (7/11/2018). Foto: Istimewa

NaikMotor – Di tengah ramainya inovasi kendaraan listrik, perkembangan dunia sepeda motor listrik di Indonesia juga turut menarik perhatian. Kira-kira bagaimana kelanjutannya menurut para ahli? 

Lewat Webinar Diskusi Virtual Industri Otomotif yang digelar Forwot dan Forwin industri otomotif “Peluang dan Tantangan Mobil Listrik di Indonesia”, (26/11/2020) nasib seputar perkembangan motor bertenaga listrik juga tentunya menjadi sorotan. Menurut Dr. Ir. Riyanto, MSi. selaku Peneliti Senior Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, di sini ada dua arus yang ingin langsung menjadi Plug in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) dan Hybrid.

Nampaknya, pemerintah akan langsung loncat ke PHEV, tapi manufakturnya menunggu ekosistem dinyatakan siap. Dari road map yang ada di Permen Perin No 27 Tahun 2020, dijelaskan bahwa sebenarnya untuk jangka pendek ini pasarnya sudah ada dan produksi murni dilakukan di Indonesia.

Ditargetkan sampai tahun 2023, 40% kandungan lokalnya harus ada di Indonesia, sehingga ada nilai tambah komponen, setidaknya perakitannya dan ini diharap bisa men-suplay Goverment Feed dan Armada Pemerintah yang jumlahnya cukup besar, terutama untuk armana sepeda motor.

Untuk sepeda motor, saat ini produsennya sudah ada Viar dan Gesits yang dinyatakan sudah memenuhi kebutuhan pemerintah, tapi diharap juga bisa mendorong ojek online dan perusahaan taksi, sehingga diharapkan armadanya bisa dikonversi segera.

Dari data Kemenprin, kabarnya untuk sepeda motor listrik sudah ada 15 perusahaan. Dari situ bisa diambil kesimpulan bahwa sepeda motor jadi yang paling realistis karena bisa charge di rumah.

Mengenai skema yang paling memungkinkan untuk merealisasikan target kendaraan listrik untuk 2023, menurut Riyanto, yang paling realistis dan sudah siap adalaha sepeda motor. Banyak cara untuk mengadopsi motor listrik, biisa lewat trade in, tukar tambah, potongan yang bisa jadi insentif, dan lainnya. Dari sini, akan menjadi tantangan untuk bisnis SPBKLU. Harga yang atraktif harus diperhatikan agar konsumen pun tertarik. (Litha/Prob/NM) 

LEAVE A REPLY

*