Cara Mendirikan Motor Besar, Biar Tidak Cedera Otot

0
44
Cara Mendirikan Motor Besar
Andalkan otot paha saat mendirikan Motor Besar. Foto: istimewa

NaikMotor – Pengguna sepeda motor besar atau big bike wajib mengetahui cara mendirikan motor besar. Jika sepeda motor yang berat itu tergeletak atau terjatuh khususnya saat di jalan raya.

Sepeda motor berkapasitas mesin di atas 400cc memiliki bobot jauh lebih berat dibanding motor sport yang hanya berkapasitas mesin 150cc. Jika salah dalam cara mendirikan motor besar bisa mengakibatkan cedera otot punggung.

Kesalahan umum dalam mendirikan motor besar hanya mengandalkan kedua otot tangan dan otot punggung. Seharusnya menurut Ludhy Kusuma selaku Safety Riding Development Section Head PT Daya Adicipta Motora, “Beban menumpu di kedua otot paha. Sangat berbahaya apabila kita lebih besar menggunakan otot punggung, ini bisa menyebabkan cedera pada bagian punggung.”

Hal pertama yang dilakukan adalah pengendara harus tetap tenang, lalu memastikan kunci kontak dalam keadaan off dan apabila sepeda motor terjatuh di tengah jalan pastikan motor benar-benar aman dahulu dari lalu lalang pengendara lain.

Jika sepeda motor terjatuh ke sebelah kanan pengendara, turunkan standar samping dahulu yang berada di sebelah kiri sebagai tumpuan ketika mendirikan sepeda motor sudah dalam keadaan posisi 90 derajat dan selanjutnya masukan gigi satu untuk mencegah motor tidak bergerak atau bergulir. Jika motor tersebut jenis fairing, posisi setang motor ditekuk ke arah kanan dimana handle bar atau throttle bar melekat ke tangki.

Saat akan mendirikan motor, bagian punggung bawah menempel ke jok pengendara dalam posisi jongkok. “Punggung pada bagian bawah ini hanya berfungsi untuk menyandar jok bukan digunakan untuk mendorong. Bila punggung bagian bawah sudah merapat ke jok, posisikan tubuh kita dalam setengah jongkok dan mata kita harus sejajar garis mata.”

Pastikan tangan kiri memegang handle bar dan tangan kanan mencari sisi jok belakang yang kuat, serta kedua siku tangan ditekuk kurang lebih sekitar 160 derajat dan mata pada posisi eyes level. Kemudian dirikan motor secara perlahan, kekuatan saat mendirikan sepeda motor harus dirasakan dari kedua otot paha. Menjelang 90 derajat motor mulai berdiri, titik 90 derajat motor rebahkan ke sisi kiri. Posisi kita sebagai pengangkat langsung berbalik memegang motor, dan melepaskan motor secara bertahap supaya motor bertumpu dengan standar yang ada di kiri, lalu stang motor kita ditekuk ke kiri ke arah gravitasi.

“Apabila sepeda motor terjatuh ke bagian sebelah kiri, secara garis besar sama dengan langkah sebelumnya. Hanya saja menjelang arah 90 derajat, posisi tubuh kita berputar balik dan bobot motor ditahan paha kanan. Pada saat putar kaki kiri mengungkit standar kiri,” tutup Ludhy. (Afid/nm)

LEAVE A REPLY

*