Konsep Monowheel EV360 Kreasi Universitas Duke, Mampu Melaju 112 Km/Jam 

0
169
Motor Listrik Monowheel
Foto: electrek

NaikMotor – Konsep monowheel EV360 Duke University Team mampu melaju hingga hingga 112 km/jam. Motor listrik beroda satu ini disebutkan memang lebih menonjolkan kecepatan dibanding dengan jauh jarak yang bisa ditempuh. 

Dikutip dari electrek, konsep monowheel EV360 memang dibuat untuk mengincar Guinness World Record ini pada dasarnya merupakan satu roda hubless berdiameter besar dengan pengemudi yang duduk di dalam lingkaran besar tersebut untuk mengoperasikan kontrol motor.

Motor Listrik Monowheel
Foto: electrek

Tim dari Universitas Duke yang beranggotakan mantan insinyur Tesla dan insinyur SpaceX sebenarnya menargetkan untuk selesai di musim semi, namun semua tertunda karena pandemi virus corona. Tim saat ini terdiri dari Anuj Thakkar, Carlo Lindner, Ahemd Ahmed-Fouad, dan Fran Romano.

EV360 menomorsatukan kecepatan, bukan jarak tempuh. Motor listrik unik ini menggunakan baterai polimer lithium 72V 22Ah yang agak kecil dengan kapasitas 1,58 kWh. Baterai diperkirakan mampu menjangkau jarak 14,5 km pada 32 km/jam. E-bike monowheel ini ditenagai oleh motor yang mampu menghasilkan tenaga 11 kW atau 14,75 daya kuda secara terus menerus dan 23 kW atau 31 daya kuda. E-bike roda tunggal ini dirancang untuk melaju cepat hingga lebih dari 112 km/jam.

Electrek juga menjelaskan bahwa rekor dunia saat ini dipegang oleh monowheel bertenaga gas yang mencapai 117 km/jam. Pada rekor tersebut, rupanya terdapat catatan yang berbunyi, “Salah satu tantangan utama bagi pengendara monowheel adalah menghindari insiden Hamster, yaitu, secara tidak sengaja berputar-putar dengan roda luar bukannya tetap duduk di dasar kendaraan.”

Mengatasi itu Anuj selaku Ketua Tim dan Pengendara Uji mengatakan bahwa pada kecepatan rendah, mode utama kemudi adalah menggunakan kaki sebagai pengimbang dengan menjejak di samping kendaraan guna menyesuaikan orientasi. Pada kecepatan lebih tinggi, badan agak condong ke belakang memungkinkan perubahan kecil dalam arah kendaraan, dengan diameter kemudi sering kali sangat kecil, pengendara sulit mengendalikan kendaraan.

Foto: electrek

“Jika kita menjadikan ini kendaraan dengan kelayakan komersial, kita tentu akan mengintegrasikan mekanisme gyro yang bisa menstabilkan diri sendiri yang bisa digunakan untuk mendukung kemudi dan stabilitas, jika tidak, kendaraan itu terlalu berbahaya untuk dibawa dengan lalu lintas umum.”

Selama ini, monowheel yang dikendarai oleh Anuj telah menabrak hingga sekitar 15 kali tapi ia selalu lolos tanpa cedera. Ia juga mengungkapkan bahwa proyek ini bukan hanya belajar membangun monowheel listrik, tapi juga bagaimana caranya untuk membuatnya berfungsi. (Litha/Prob/NM) 

LEAVE A REPLY

*