Memantau PSBB Jakarta Bersama RX King Cobra Sang Legenda Raja Jalanan

0
221
Sang Legenda Raja Jalanan
Naikmotor.com memantau PSBB Jakarta bersama Sang Legenda Raja Jalanan. Foto: Firdaus Ali

NaikMotor – Menjadi suatu hal yang berbeda ketika mengendarai Sang Legenda Raja Jalanan saat pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Jakarta, Rabu (22/04/2020).

PSBB yang telah diberlakukan oleh Gubernur DKI Jakarta sejak 10 April lalu dan diperpanjang hingga 22 Mei 2020, praktis membuat ruas jalan protokol Ibu kota lenggang. Pemandangan tak lazim ini tidak jauh berbeda dengan kondisi lalu lintas Jakarta pada tahun 1990, saat itu penulis masih duduk di kelas 1 SMA.

Sang Legenda Raja Jalanan
RX King Cobra Lansiran 1990, kemampuan akselerasinya masih patut diperhitungkan. Foto: Firdaus Ali

Di era 90-an, Yamaha RX King dikenal sebagai sepeda motor yang paling digandrungi oleh anak muda. Selain tampilannya yang hingga kini tak termakan usia, mesin 2 tak yang diusungnya terbilang garang dan bandel. Maka tidak heran jika motor ini selain mendapat julukan si raja jalanan juga meraih predikat sebagai motor Jambret.

Yamaha RX King Cobra lansiran 1990 yang kami kendarai mengelilingi jalan Ibu kota seakan membawa kami bernostalgia. Raungan khas mesin 2 tak seperti irama musik yang setia  menemani kami selama perjalanan memantau pemberlakuan PSBB Jakarta.

Meski telah berusia 30 tahun, kemampuannya dalam berakselerasi masih patut untuk diperhitungkan. Bayangkan saja selepas melewati kolong Jembatan Semanggi menunju Bunderan Hotel Indonesia, Sang Legenda Raja Jalanan ini mampu menorehkan waktu ± 3 menit dengan jarak tempuh sekitar 5 km.

Sang Legenda Raja Jalanan
Suasana Bunderan HI saat PSBB Jakarta kondisinya tidak jauh berbeda seperti lalu lintas pada tahun 1990. Foto: Yusuf Arief

Sepanjang Jalan Sudirman menuju Bunderan HI yang dibalut dengan aspal halus dengan trek lurus panjang menggoda kami untuk berpacu dalam lalu lintas yang terbilang sepi. Kesempatan langka ini mungkin tidak akan ditemui saat hari kerja pada jam 16.30 WIB dimana lalu lintas di jalan protokol ini padat merayap.

Yang lebih nikmat adalah motor ini sangat mudah dikendalikan meski terbilang liar. Berada di atas motor ini sangat nyaman dengan posisi handling yang cukup baik dan lincah. Seakan-akan siap siaga untuk kembali melaju dengan kecepatan penuh.

Puas dengan kegarangan mesin 2 tak motor lawas ini, kami pun mulai menurunkan kecepatan untuk menikmati pemandangan gedung pencakar langit. Beberapa titik kami jadikan sebagai objek pemotretan,  sebagai gambaran kondisi PSBB di Jakarta.

Sang Legenda Raja Jalanan

Monas yang menjadi icon kota Jakarta tak luput dari pantauan kami. Pemberlakuan PSBB melarang semua masyarakat untuk masuk ke kawasan wisata tersebut. Dari semua pintu masuk gerbang Monas dijaga ketat oleh petugas yang melarang setiap orang memasuki area tersebut termasuk naikmotor.com.

Akhirnya kami hanya bisa menikmati kokohnya puncak Monas dari luar pintu gerbang sambil menunggu terbenamnya matahari tanpa kebisingan dari deru kendaraan bermotor yang biasanya terdengar tanpa henti. (YA/ NM)

LEAVE A REPLY

*