Indonesian Coffeeride, Perjalanan 4.000 Km Berburu Destinasi Kopi  

0
61
Indonesian Coffeeride,
Indonesian Coffeeride, Perjalanan 4.000 Km berburu destinasi kopi oleh rider Elsid Arendra Filemon (Andra) dan Deni Kristiyanto. Foto: Sony  

NaikMotor – Dua rider Elsid Arendra Filemon (Andra) dan Deni Kristiyanto akan melakukan perjalanan bermotor menyusuri beberapa kota di Pulau Jawa,Bali hingga Flores sejauh 4.000 Km. Memacu BMW G310 GS Adventure, keduanya akan berburu destinasi kopi dalam Indonesian Coffeeride selama 21 hari dan mengemasnya dalam cerita berbentuk video.

Indonesian Coffeeride merupakan sebuah perjalanan bermotor dalam upaya menggali kekayaan khasanah nusantara yang bernilai tinggi yakni kopi. Didukung oleh PT Angkasa Pura I, Maxindo Moto BMW Motorrad Indonesia, kedua pengendara ini direncanakan memulai perjalanan pada 11 Januari dari Jakarta dan finis tanggal 29 Januari di Labuan Bajo NTT.

“ Bila sebelumnya kami melakukan perjalanan pada 2016 dalam Indonesian Culineride untuk mengangkat kuliner peranakan Tionghoa di jalur Pantura, maka tahun ini didukung oleh Angkasa Pura I dan BMW Motorrad, ingin mendatangi daerah penghasil kopi di beberapa kota di Jawa hingga Flores. Kita kumpulkan semua data-datanya dan nantinya akan kita angkat dalam tayangan video. Tidak ada persiapan khusus karena kita juga tidak ngoyo hanya membawa perlengkapan elektronik untuk dokumentasi,” sebut Andra yang seorang jurnalis Berita Satu dalam keterangan media, Jumat (10/1/2020) di Pejaten Huis, Jakarta Selatan.

Adapun tujuan perjalanan ini akan mengunjungi Jawa Barat yakni kopi Java Preanger, kopi Manglayang dan kopi Malabar  kemudian   menuju Petungkriyono, Pekalongan di mana terdapat pohon kopi sebesar pelukan tangan orang dewasa. Petani kopi di sana memetik kopi yang tumbuh liar di hutan lindung dengan salah satu penggiatnya yakni Pak Tasuri yang mempunya ide  menanam kopi di sela-sela pohon besar di area hutan lindung.

Perjalanan diteruskan menuju Ambarawa dengan kopi Banaran diteruskan  Yogyakarta dan Kulon Progo untuk meninjau bandara baru serta mendatangi desa binaan Angkasa Pura I di Kulon Progo. Bondowoso dan Banyuwangi adalah dua kota tujuan berikutnya di Jawa Timur lalu menuju pulau Dewata di mana terdapat kopi Kintamani yang terkenal dengan kopi Luwak dan kopi kental dengan aroma buah.

Tim selanjutnya berkendara menuju Lombok untuk melihat lebih dekat kopi Sajan di Sembalun dan kopi Rau di Lombok Timur. Bajawa adalah tujuan terakhir dari tim Indonesian Coffeeride. Kedua motornya akan kembali ke Jakarta menggunakan jasa Angkasa Pura Logistic dari bandara Komodo, Labuan Bajo.

“Angkasa Pura I sebagai perusahaan di bidang kebandarudaraan juga memiliki komitmen terhadap pengembangan destinasi pariwisata dan perekonomian masyarakat di wilayah bandara kelolaan perusahaan berada. Di sektor industri kopi, Angkasa Pura I juga memiliki beberapa mitra binaan pengusaha kopi lokal di beberapa wilayah. Kami percaya perkembangan industri kopi daerah juga akan menambah atraksi dan berdampak positif terhadap perkembangan destinasi daerah. Oleh karena itu kami mendukung upaya untuk mempromosikan kekhasan dan kekayaan budaya kopi di Indonesia seperti Indonesia Coffeeride ini,” kata Vice President Corporate Secretary Angkasa Pura I Handy Heryudhitiawan. (Arif/nm)

LEAVE A REPLY

*