Percepatan Elektrifikasi Maju Selangkah Lagi dengan Proyek Percontohan Baterai Swapable Kemenperin

0
158
Proyek Percontohan Baterai Swapable
Kemenperin luncurkan Proyek Percontohan Baterai Swapable bersama NEDO di Bandung, Bandung Barat dan Bali. Foto: Afid

NaikMotor – Kementerrian Perindustrian dan New Energy and Industrial Technology Development Organization (NEDO) maju selangkah lagi dalam elektrifkasi. Kini diluncurkan sebuah proyek percontohan baterai swapable pada sepeda motor listrik, dan mobil listrik kecil serta perangkat elektronik.

Kemenperin dan NEDO melakukan sinergi untuk proyek percontohan yang dinamakan “The Demonstration Project To Increase Energy Efficiency Through Utilization Of Electric Vehicle And Mobile Battery Sharing”. Kesepakatan ini sebagai salah satu langkah strategis dalam percepatan penggunaan kendaraan listrik di Indonesia.

“Dalam pilot project ini akan dilaksanakan demontrasi dan studi kendaraan listrik yang akan dilaksanakan di Kota Bandung, Kabupaten Bandung Barat dan Provinsi Bali,” kata Direktur Jenderal Industri, Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin, Harjanto di Jakarta, Rabu (28/8).

Dirjen ILMATE menjelaskan, proyek demontrasi kendaraan listrik akan dilakukan melalui skema leasing kepada konsumen langsung (skema business to consumer) serta oleh pelaku bisnis (business to business), dengan melibatkan 300 unit motor listrik (EV Bike), 1000 unit baterai, 40 unit Baterai Exchanger Station (BEx Station) dan 4 unit mobil listrik (Mikro EV).

Dalam proyek percontohan baterai swapable pada sepeda motor listrik di Bandung tahap pertama misalnya, disediakan 10 stasiun Battery Exchanger untuk penukaran baterai lepas pasang sepeda motor listrik. Masing-masing stasiun mampu melayani 9 motor listrik/kendaraan listrik. Sementara di Bandung Barat tengah dicobakan penggunaan baterai .swapable untuk penggunaan alat elektronika seperti charge, emengency lamp dan sebagainya. Baterai untuk household itu digunakan perdormanya 80% atau penggunaan setelah 2 tahun.

Proyek percontohan di Bandung, Bandung Barat dan Bali akan berjalan selama 2 tahun. Proyek melibatkan pula institusi lain untuk study seperti AISI, ITB, UD dan B4T Kemenperin untuk mengetahui teknical perfomance baterai, customer acceptance, industrial dan social impact, serta untuk mendukung regulasi dari Pemerintah.

Dalam proyek percontohan akan menggunakan baterai dan battery exchanger (satsiun) produk Honda Panasonic PCKK (HPP), dan sepeda motor listrik Honda PCX Electric.

Sementara itu, dalam sambutannya Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menegaskan, pemerintah terus berupaya mempercepat pertumbuhan industri sepeda motor listrik di dalam negeri. Upaya ini selaras dengan tren dunia yang terus bergerak ke penggunaan kendaraan yang hemat energi dan ramah lingkungan. (Rls/NM)

LEAVE A REPLY

*