Ketika Anggota TNI Angkatan Darat Kepincut Honda Super Cub C700

0
1743
Honda Super Cub C700
Butuh waktu 7 bulan dalam merestorasi Honda Super Cub C700. Foto: Arib Tsany

NaikMotor – Serda Moh Ripaldi Risdianto, anggota TNI Angkatan Darat memilih Honda Super Cub C700 karena bentuknya yang unik sebagai pilihan awal untuk memulai hobinya yang sempat redup sejak SMA. 

Di festival Sore Hore Vol.4 yang berlangsung pada pekan lalu 30-31 Maret 2019 di Arkadia Green Park, terlihat Honda  Super Cub C700 tahun 1981 berkelir biru violet putih yang mencolok dan menjadi pusat perhatian.

Honda Super Cub C700 tampil mempesona. Foto: Arib Tsany

Honda Super Cub C700 tersebut adalah milik Ripaldi, seorang tentara yang bertugas di Markas Besar Angkatan Darat di bilangan Monas, Jakarta Pusat. Menurutnya,  motor ini memiliki daya tarik tersendiri karena bodinya yang unik berbentuk kotak kotak serta warna biru yang langka.

“Saya dapat motor tersebut di daerah Kabupaten Bandung tempat saya dilahirkan. Karena warnanya unik juga warna biru yang konon katanya rare item (barang langka), saya beli pada bulan Juli tahun 2018 tapi tanggalnya lupa.” buka Ripaldi yang mengendarai Honda klasiknya pada acara tertentu saja.

Honda Super Cub C700
Biru Violet menjadi barang yang langka. Foto: Arib Tsany

Awalnya pria bertubuh tegap ini punya rencana memberi hadiah motor untuk ayah tercinta supaya bisa bernostalgia. Karena saat masa kecil ia teringat ayahnya  sempat memiliki Honda Astrea 800.

“Sempat terpikir dulu tahun 90-an bapak punya honda Astrea 800 (Asdap). Rencana sih buat ngasih bapak untuk nostalgiaan, cuma saya juga suka klasikan terus kepincut deh sama honda Supercup C700 karena bentuknya unik kotak-kotak.” kenangnya.

Honda Super Cub C700
Rencana untuk nostaligia Ayah tercinta. Foto: Arib Tsany

Untuk membuat tampilan C700 makin ciamik, dibutuhkan waktu selama 7 bulan dalam proses restorasi. Setelah keluar masuk bengkel  sebanyak 3 kali dengan orang yang berbeda, akhirnya Ripaldi mendapatkan bengkel yang sesuai dan mengerti dengan kondisi motor kesayangan miliknya.

Saat itu ia bertemu dengan teman-teman C’Duck Astrea, sebuah komunitas sepeda motor yang anggota adalah pengguna Bebek Astrea. Dari komunitas inilah akhirnya ia mendapat rekomendasi bengkel yang bagus dan tepat untuk memenuhi keinginannya.

“So far alhamdulillah sekarang udah 80% original. Intinya kita yakin dan percaya usaha tidak akan mengkhianati hasil. Oh yaa sharing untuk teman-teman yang sedang restorasi , sering-sering hunting dan silaturahmi dengan komunitas supaya harga sparepart agak miring hehehe.” tutup Ripaldi. (Tsany/Prob/NM)

LEAVE A REPLY

*