Mau Gelar MotoGP dan WSBK, ITDC Tak Lupa Sowan ke Kemenpora

0
79
ITDC
ITDC sowan ke Kemenpora. Foto: Kemenpora

NaikMotor – Tak lama setelah Dorna Sport SL mengumumkan kontrak dengan Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), pihak ITDC langsung sowan ke Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).

Kedatangan ITDC untuk meminta dukungan pemerintah terkait kepastian Indonesia menggelar dua event balap motor bergengsi yakni World Superbike (WSBK) dan MotoGP di Mandalika, Lombok, NTB pada 2021 mendatang.

Pertemuan melibatkan Menpora Imam Nahrawi didampingi Deputi Pembudayaan Olahraga Raden Isnanta dan Plt. Deputi Peningkatan Prestasi Olahraga Chandra Bakti, serta Dirut ITDC Abdulbar M Mansyur, Senin (25/2/2019).

Menpora berharap gelaran MotoGP dan WSBK nantinya akan memberikan dampak positif dan lebih luas tidak hanya bidang pariwisata, ekonomi tapi juga kebanggaan sebuah negara atau nation branding melalui olahraga.

ITDC

“Pemerintah akan bersama-sama memback-up, mendorong dan mengajak partisipasi publik yang lebih luas lagi agar hajat Indonesia menjadi tuan rumah penyelenggara MotoGP memberi gambaran kepada dunia bahwa Indonesia menjadi negara yang sangat layak menjadi tuan rumah ajang balap motor paling bergengsi itu,” kata Menpora.

“Pemerintah merasa gembira dan sangat senang karena adanya sirkuit bertaraf internasional untuk gelaran Moto GP ini adalah impian kita semua. Masyarakat motor dan masyarakat Indonesia dan yang lebih penting lagi memberikan peluang Dorna masuk ke Indonesia karena telah lama sekali keinginan itu ada dan kepastian itu baru kita dapat saat ini,” tambahnya.

Dirut ITDC Abdulbar M. Mansyur mengatakan, ditandatanganinya dua kontrak dengan Dorna pada 28 Januari 2019 lalu di Madrid memastikan Indonesia menjadi tuan rumah dua kejuaraan balapan motor yakni MotoGP dan WSBK.

“Sekarang kami membutuhkan support dari pemerintah pusat dan daerah untuk membangun semua hal terkait seperti track balapnya, konektivitas jalannya, suplai listrik yang cukup semua ini bukan hanya sekedar olahraga tapi juga nation branding karena negara tetangga sudah banyak yang punya seperti Singapura, Malaysia dan yang terbaru Thailand,” katanya.(Rls/nm)

LEAVE A REPLY

*