Gubernur Ridwan Kamil Resmikan Kurikulum Sekolah Tanggap Bencana BB1%MC

0
114
Kurikulum Sekolah Tanggap Bencana
Gubernur Rdwan Kamil meresmikan Kurikulum Sekolah Tanggap Bencana BB1%MC di Yayasan Pendidikan Kharisma Darussalam Karawang, Jawa Barat. Foto: Humas Jabar

NaikMotor – Berbagai bencana di Indonesia sebagian besar terkait secara langsung dengan peoses geologi, seperti gempa bumi, longsor, vulkanic, liquifaksi dan banjir. Untuk tulah, Bikers Brotherhood 1%MC merasa perlu adanya sebuah sistem pendidikan yang mempelajari soal bencana ini. Salah satunya melalui penerapan Kurikulum Sekolah Tanggap Bencana BB1%MC di Yayasan Pendidikan Kharisma Darussalam Karawang, Jawa Barat.

Brotherhood for Nature, program unggulan BB1%MC yang mentikberatkan pada kegiatan pelestarian alam  serta Brotherherhood for Children Care, aktivitas sosial terhadap kelangsungan anak-anak, menjadi tonggak penerapan Kuikulum Sekolah Tanggap Bencana BB1%MC di Yayasan Pendidikan Kharisma Darussalam Karawang, Jawa Barat. Yayasan tersebut milik H.Endang, Life Member Bikers Brotherhood 1%MC Indonesia. Dua program ini juga satu kesatuan BB1%MC Bakti Untuk Negeri.

Pemberlakuan Kurikulum Sekolah Tanggap Bencana tersebut diresmikan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, yang juga anggota kehormatan BB1%MC, Jumat (23/11/2018). Menurut Kang Emil, Kurikulum ini bagian dari West Java Reslience Culture Blueprnt. “Agar para siswa dan keluarganya paham bagaimana merespons di detik-detik dan ment-menit kritis ketka terjad bencana gempa bumi, banjir atau kebakaran. Kta harus jadi bangsa yang siap dan tanggap terhadap takdir kebencanaan kita yang hidup di negeri Ring of Fire, yaitu negeri penuh gunung berap yang berpotens gempa bum dan tsunami,” sebut Gubernur Ridwan Kamil.

Sementara El Presidente BB1%MC Indonesia, Pegi Diar mengatakan  Guna mempersiapkan masyarakat (termasuk di dalamnya masyarakat pendidikan) dalam menghadapi saat bencana yang datang secara tak terduga dan tiba tiba, maka perlu dirancang penerapan kurikulum kebencanaan di lenbaga lembaga pendidikan sebagai salah satu upaya mempersiapkan peserta didik menghadapinya.

“ Pendidikan kebencanaan ini memiliki tujuan umum untuk memberikan gambaran dan acuan dalam proses pembelajaran siaga bencana. Melalui pendidikan diharapkan peserta didik mampu berfikir dan bertindak cepat, tepat dan akurat saat menghadapi bencana. Membangun sikap empati terhadap korban bencana, agar peserta didik dapat membantu orang lain secara tepat dan cermat,” sebut El Pegi.

Sebagai upaya memberikan pendidikan yang tepat untuk bagi peserta didiknya maka  BIKERS BROTHERHOOD 1% MC, melalui salah satu programnya yaitu  Brotherherhood for Children Care dan Brotherthood for Nature yang tergabung dalam satu wadah Program BB1%MC ( Bakti untuk Negri) dan Yayasan Pendidikan Kharisma Darussalam bersama dengan Forum Relawan Jawa Barat, Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB) bekerja sama melaksanakan simulasinya.

Simulasi akan melibatkan seluruh unsur pesera didik Yayasan mulai dari tingkat SD, SMP, SMA dan jajaran guru gurunya. Akan dilaksanakan pada hari Jumat tanggal 23Nopember 2018 di Kampus Yayasan Kharisma Darussalam Cikampek. (rls/NM)

LEAVE A REPLY

*