Himalayan Trial Day: Jajal Himalayan ke Kaki Bukit Gunung Pangrango

0
194
Himalayan Trial Day
Himalayan Trial Day memberikan kesempatan kami menjajal Royal Enfield Himalayan ke kaki Gunung Pangrango. Foto: Jeffry/RE

NaikMotor – Undangan dari PT Distributor Motor Indonesia ke acara Himalayan Trial Day, awal Mei lalu (8-9/5/2018) ke Jeep Station Indonesia (JSI) Bogor sayang untuk dilewatkan. Inilah saatnya kami mengeksplorasi performa dari Royal Enfield Himalayan di alam terbuka.

Mengundang beberapa media, dalam acara Himalayan Trial Day PT DMI juga menghadirkan Jusri Pulubuhu dari Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), salah satu instruktur safety riding terkenal di Tanah Air. Jusri ikut memberikan tips dan teori pemahaman dasar soal mengendarai motor adventure.  Setelah class room, kita digiring untuk mencoba langsung Himalayan di close track JSI berupa tanah yang dibuat seperti lintasan pendek dengan variasi tikungan.

Karakternya sebagai motor adventure sejati memang tidak muncul dengan kondisi trek seperti itu, kita hanya mendapat impresi dari sosok Himalayan. Namun, tersirat bahwa torsi Himalayan sangat besar namun tetap lembut saat kita melakukan engine brake, hal itu terbukti saat kami melakukan downshift menjelang tikungan. Bodi motor tidak terlempar keras saat powernya diturunkan.

Rombongan bergeser ke trek lain  yang tersedia di JSI berupa kubangan air serta tanjakan dan jalanan bukit berbatu dipandu oleh Jusri Pulubuhu. Trek semacam ini lebih terasa buat menikmati Himalayan yang diperuntukkan untuk  kondisi medan alam.

Usai bermain-main di lingkungan JSI, kami membawa Himalayan keluar menuju kawasan Gunung Mas. Kami mencobanya sebagai pembonceng untuk merasakan sebagai penumpang ketika diajak berpetualang.  Kerja suspensi belakang Himalayan digunakan untuk berpasangan tetap nyaman dirasakan, begitu juga dengan performa saat dibawa melindas jalanan berbatu, kerikil dan menanjak. Sayang, karena cuaca hujan, tujuan ke Gunung Mas urung terlaksana, hanya sampai kawasan perbukitan daerah sekitarnya.

Akhirnya, mendapat ajakan untuk membawa Himalayan ke kaki bukit Gunung Pangrango esok harinya di acara Himalayan Trial Day. Inilah kesempatan untuk mengeksplorasi kemampuannya di alam terbuka sesungguhnya. Medannya bervariasi dari tanah, batu dan kadang harus melewati single track menuju kaki bukit Pangrango tersebut.  Performa suspensi depan layak dipuji untuk motor adventure dari genre klasik seperti Royal Enfield. Iyalah, Pegunungan Himalaya menjadi risetnya, meski tak mudah juga bisa menghadirkan Himalayan yang tangguh.

Meski berbeda model, tapi ciri khas Royal Enfield yang menggunakan torsi, juga menjadi identitas Himalayan. Kita tidak bisa mencari akselerasi dengan membuka gas secara spontan dari Himalayan, namun harus diurut secara konstan untuk memunculkan power saat menaklukan tanjakan. Yang menjadi catatan juga soal ban, dengan Pirelli yang bermotif kasar ikut membantu Himalayan melepaskan diri dari jeratan tanah atau lumpur.

Nanjak aman, nah giliran turun yang peer. Untungnya tadi, engine brake Himalayan banyak membantu saat menuruni jalanan terjal berbatu. Meski demikian, masih sayang juga enggak bisa menjajal gigi empat dan lima sampai top speed Himalayan karena dihadapkan pada jalanan yang berdurasi pendek dengan varasi jalan menanjak. Kalau ada undangan tes Himalayan ke Bromo atau minimal ke Ciletuh lanjut Sawarna atau Rancabuaya, mungkin ceritanya akan lain. (Arif/nm)

LEAVE A REPLY

*