Mengapa Harus Datang ke Jejak Roda 2018? Ini Beberapa Alasannya

0
251
Mengapa Harus Datang ke Jejak Roda 2018
Satu unit motor bebek retro Honda Astrea Prima '91 engkel yang akan menjadi lucky draw di Jejak Roda 2018. Foto: Istimewa

NaikMotor – Dibandingkan dengan tahun lalu, Jejak Roda, event garapan NaikMotor.com, portal dengan tagline Jurnal Pengendara Motor di setiap ulang tahunnya, kali ini tampil beda. Mengapa harus datang ke Jejak Roda 2018?

Jejak Roda lahir dari pemikiran kami untuk memindahkan konten yang selama ini ada laman www.naikmotor.com ke dalam sebuah event yang menyatukan semua kalangan roda dua, baik pabrikan, jaringan distribusi, pebisnis spare part dan aksesori juga aftermarket, lembaga pembiayaan serta tentunya penggiat sepeda motor.

Tentu saja, kehadiran event Jejak Roda disesuaikan dengan trend yang tengah melanda di kalangan pemilik atau secara umum di komunitas motor. Bila tahun lalu, kami bekerjasama dengan Ohlins Indonesia yang mewadahi euforia Sunmori (Sunday Morning Ride) di ibukota, maka tahun ini kami mengangkat tema Kreasi dan Sinergi. Pertanyaannya, mengapa harus datang ke Jejak Roda 2018? Berikut jawabannya.

Yang pertama adalah lokasi di kawasan selatan Jakarta tepatnya di Synthesis Residence Kemang, Jalan Ampera Raya No.1A, sebuah lokasi hunian siap bangun dengan menawarkan citarasa premium. Lokasi yang mudah diakses dari daerah pinggir Jakarta, seperti Depok, Bogor, Tangerang Selatan menjadi perhatian kami dari demografi wilayah pembaca. Sekali lagi, kami bicara dengan data yang berasal dari lokasi pembaca.

Selanjutnya alasan mengapa harus datang ke Jejak Roda 2018 adalah konten segar seperti Retro Cub Return. Trend di dunia motor yang cepat berkembang membuat giliran motor-motor bebek  di era 1980 sampai 1990-an kembali mengeliat. Honda Astrea Series seperti Astrea 800, Star, Prima dan Grand kini tengah menjadi idola dan perburuan para penggemarnya. Bukan hanya Honda Astrea Series, namun Yamaha Alfa, Yamaha Champ, Suzuki RC 80 sampai Crystal juga menjadi bidikan.

Bukan tanpa alasan juga kami mengadakan gathering pemilik bebek retro ini, karena berdasarkan data usia pembaca kami, paling besar di kisaran 15 sampai 40 tahun. Artinya, kelompok usia ini dikategorikan masih bisa membeli harga motor bebek retro yang berada di kisaran Rp 5 jutaan dalam kondisi standar.

Dari obrolan kami dengan komunitas, ternyata pemahaman pengguna sepeda motor masih rendah akan arti penting helm. Sampai akhirnya seorang kolektor helm, sebut saja namanya Om Sal, memberi masukan kepada kami bagaimana caranya mengedukasi soal helm ke pemotor. “ Bukan soal mahalnya, tapi masih banyak yang belum tahu kenapa desainnya begini, bagaimana merawatnya dan lain-lain. Kita bikin saja namanya Belajar Helm yang juga didukung oleh Helmet Lovers, sebuah komunitas penggemar helm di Indonesia,” sebut Om Sal.

Jadi, selain melihat koleksi helm-helm langka yang dimiliki Om Sal, termasuk hanya satu-satunya di dunia eks pembalap Shinya Nakano, Belajar Helm juga akan memberikan pengetahuan seputar helm melalui diskusi umum. Cukup? Belum. Ada sosok Faisal Sukur, seorang penggiat scale model atau diecast yang telah berhasil menembus paddock MotoGP. Ia malah akan memberikan replika knee slider yang digunakan Valentino Rossi di musim MotoGP 2017 untuk dilelang. Well kan?

Sebuah event akan gampang dikenal bila memiliki kalimat atau perpaduan suku kata yang unik dan kerap diucapkan didukung artwork menarik serta artistik tentunya. Kami berinisiatif mengontak Decky Sastra, artist muda asal Bandung yang menekuni dunia typography dari Rawtype Riot. Dari diskusi kami munculahl ide soal gaya-gaya stiker jadul yang norak. Tidak disangka, artwork Jejak Roda 2018 yang kami terapkan di kaos ofisial, mendapat respons positif. Iseng-iseng kami membuka pre-order via online dengan harga Rp 120 ribu, ternyata hampir setengah jumlah dari total produksi kaos ludes dipesan.Kami pun terpaksa menutup penjualan online H-2, lah bagaimana nanti event , pikir kami.

Bukan hanya kaosnya yang banyak ditaksir, namun setiap pembelian kaos pun kami beri kesempatan bagi yang bisa hadir langsung untuk mendapatkan undian satu unit, Honda Astrea Prima ’91 engkel. Model ini lumayan langka karena tidak dilengkapi dengan electric starter.

Alasan lainnya adalah kami selalu melibatkan Motorbaik, sebuah gerakan moral yang digagas para selebritis dalam menyuarakan pentingnya santun di jalan dan saling menghormati. Seperti halnya gelaran Jejak Roda 2017, para artis penggemar motor ini  akan menjadi penggerak dalam hal penggalangan dana.

Biarpun kami masih kecil, namun beberapa brand terkemuka ikut berpartipasi mulai motor Honda melalui main dealer Wahana Honda, kemudian Royal Enfield, Suzuki, BMW Motorrad, Vespa dan Kawasaki. Tentu saja mereka  akan memboyong model-model tebarunya, Suzuki Nexx II, Kawasaki W175, Royal Enfield Himalayan dan BMW G310R.  Bukan itu saja, event dua tahunan Indonesia Motorcycle Show (IMOS) ban IRC PT Gajah Tunggal Tbk, Adira Finance, Adira Insurance, Indomaret, Cat Sempot Diton Premium, Wrangler termasuk Ohlins Indonesia akan menjadi bagian dari kemeriahan Jejak Roda.

Itulah beberapa alasan mengapa harus datang ke Jejak Roda 2018 yang kami kemas melalui tema Kreasi dan Sinergi. Silakan dicerna sendiri dari penjelasan kami. Sampai Jumpa besok di Jejak Roda 2018. (Arif Syahbani)

LEAVE A REPLY

*