Safety Riding Education Independent Bikers Club Bersama Komunitas Pemotor

0
25
Safety Riding Education
Safety Riding Education digagas Independet Bikers Club bersama Wahana Honda. Foto: istimewa

NaikMotor – Komunitas bisa menjadi penggerak keselamatan berkendara seperti yang dilakukan Independent Bikers Club bersama komunitas pemotor lainnya. Safety Riding Education itu telah berlangsung di Safety Riding Center Wahana di Jatake, Tangerang, 24 Februari 2018.

Puluhan pemotor mengikuti Safety Riding Education tersebut, mereka berasal dari IBC, SKILL’S, Mailing List Yamaha Scorpio, SYM Club Indonesia, First Community, ION Banten, dan turut didukung oleh Komunitas Wisata Panti, serta Jaringan Aksi Keselamatan Jalan (Jarak Aman).

Dalam Safety Riding Education yang dimulai pada pukul 09.00 WIB dan berakhir pada pukul 14.00 WIB itu, para bikers menerima sejumlah materi pelatihan, yaitu teori teknik berkendara, pemanasan sebelum mengendarai sepeda motor, penjelasan posisi berkendara, latihan pengereman, latihan papan keseimbangan, dan latihan slalom.

“Pelatihan semacam ini sangat penting. Tujuannya agar kita tidak menjadi parasit di jalan, dan kalau bisa menjadi pelopor keselamatan berkendara,” kata Edo Rusyanto, koordinator Jarak Aman.

Keamanan dan keselamatan dalam berlalu lintas, menurut Edo, merupakan dambaan seluruh pengguna jalan. Namun ironis, pengemudi kendaraan bermotor di Indonesia pada umumnya mengemudikan kendaraan tanpa dibekali pengetahuan, ketrampilan mengemudi dan etika berlalu lintas yang benar. Akibatnya jalan raya menjadi semacam “Killing Ground”, bagi para pengguna jalan. “Kami berharap dapat mewujudkan jalan raya yang humanis,” jelas Edo.

Dalam kesempatan itu, Siswanto, instruktur safety riding WMS, turut menuturkan pengalaman dan pengamatannya selama ini. Dia mengatakan, sedikit sekali orang yang tahu bagaimana cara mengendarai sepeda motor dengan benar dan hal terpenting, secara aman baik bagi dirinya sendiri maupun orang lain.

“Contoh sederhana saja, pengendara motor jarang yang mau berhenti di belakang garis putih saat lampu merah. Kalau ada orang menyeberang, dia harus berjalan zig-zag akibat egoisme para pengendara,” kata Siswanto saat memberi pengarahan kepada para bikers peserta Safety Riding Education.

Safety Riding Education yang digelar bersama main dealer Honda Jakarta Tangerang, PT Wahana Makmur Sejati (WMS) diharapkan memiliki dampak positif bagi para pesertanya. Sebut saja, Caridi yang biasa disapa Boma Wijaya oleh rekan-rekan IBC. Pria lajang berusia 39 tahun ini mengaku kemampuan teknik berkendaranya menjadi lebih baik. “Saat kali pertama latihan di Jatake pada 2016, kaki saya terpaksa harus turun menapak lintasan saat latihan slalom. Tapi, saat latihan Sabtu (24/2/2018), sudah ada kemajuan. Kaki saya sudah tidak turun saat latihan slalom,” tutur pria berambut gondrong ini sambil tersenyum.

Virus keselamatan jalan memang harus terus disebarkan kepada semua pihak. “Independent Bikers Club tak akan pernah lelah untuk berbagi kebaikan dengan sesama,” jelas Yohanes Ariyanto, kepala divisi touring dan Tatib IBC. (Rls/NM)

LEAVE A REPLY

*