Pindah ke Yamaha, Keputusan Tepat bagi Bradl

0
1

Bradl-Forward-Racing-2

Jakarta (naikmotor.com) Pada akhir musim 2012 silam, GIVI Indonesia memboyong Stefan Bradl ke Indonesia, tepatnya di Motoritz di bilangan Mahakam, Jakarta. Saat itu dia bilang tak kuatir jika Marc Marquez naik ke kelas MotoGP. “Saya tak kuatir, saya punya cara tersendiri untuk meraih kemenangan di MotoGP,” paparnya.

Sangat disayangkan, lantaran pembalap asal Jerman itu tak kunjung raih kemenangan di MotoGP hingga saat ini. Hingga ia menjadi merasa ditekan oleh manajemen Honda Racing Corporation (HRC). “Kami sudah memberikan Bradl banyak waktu untuk melakukan peningkatan. Tapi hasilnya ia memang tak layak lagi untuk balapan bersama kami,” ujar Livio Suppo, selaku perwakilan HRC.

Namun Naikmotor.com (NM) tahu, bahwa Lucio Cecchinello masih belum rela melepas pembalap juara dunia di Moto2 2011 itu. “Saya sebenarnya masih belum rela harus kehilangan Bradl. Ia bukan sekadar pembalap di tim kami, tapi juga bagian dari keluarga ini. Kalau saja memungkinkan, maka saya akan memberikan kesempatan semusim lagi padanya,” ujar Lucio.

Sang pemilik tim LCR Honda itu sendiri tidak bisa berbuat banyak. Lantaran ia sangat bergantung pada sokongan dan kerjasama dari HRC. Dimana HRC juga berhak mengambil keputusan untuk menentukan line-up pembalap di kubu tim ini.

Tapi keputusan yang diambil Bradl untuk pindah ke tim Forward Racing, adalah tepat. Setidaknya ia harus mengukur kekurangannya saat bersama Honda. Kalau ternyata ia bisa kompetitif pakai motor Yamaha, maka bisa dikatakan karakter motor Honda tak sesuai dengan gaya balapnya.

Apalagi Yamaha sejak dulu juga sudah naksir pada pembalap asal Jerman ini. Jadi pilihan pindah ke Yamaha dianggap Lucio adalah pilihan tepat baginya. “Saya percaya ia bisa mengembangkan performa terbaiknya. Disinilah kita bisa melihat, apa kekurangannya selama bersama Honda.” (Spy/NM)

Foto: Dorna MotoGP

LEAVE A REPLY

*