Dewi Siti Hawa Story: 12 Jam Menembus Rekor

0
Dewi Siti Hawa
12 jam Bandung-Cianjur-Sukabumi-Ciletuh dan kembali ke Bandung. Foto: Dok Pribadi

NaikMotor – Sendiri atau beramai-ramai, naik motor tetap menyenangkan. Apalagi jika mengemban visi misi bakal lebih berkesan. Seperti yang dilakukan oleh Dewi Siti Hawa, perempuan asal Cirebon, Jawa Barat, yang solo riding ke tempat-tempat terpencil.

“Saya adalah pendaki gunung namun seriring berjalannya waktu kemudian saya lebih suka bermotor meski tujuan ridding-nya tetap gunung dan alam. Saya mulai riding sendiri pada tahun 2007, dari 3 kota terdekat kemudian keluar propinsi dan pulau,” buka Dewi.

Kini Dewi Siti Hawa sudah melanglang ke berbagai wilayah di Indonesia. Namanya pun telah tercatat di original record Indonesia sebagai wanita yang melakukan solo riding membawa tema yang berbeda beda, mulai misi sosial, kunjungan wisata budaya dan kuliner.

“Adalah satu hal yang menjadi ciri khas ridding trip yang saya lakukan yaitu tidak banyak berhenti kecuali ambil foto atau kondisi sangat urgent. Saya selalu berusaha menempuh jarak dengan waktu seefisien mungkin,” kata Dewi.

Artikel selanjutnya ditulis oleh Dewi Siti Hawa. Tulisan dibuat berseri untuk memudahkan mengenali jalan bercerita.(Rls/nm)

Dewi Siti Hawa

12 Jam Menembus Rekor

Menghabiskan waktu 12 jam Bandung-Cianjur-Sukabumi-Ciletuh dan kembali ke Bandung. Sebuah kegiatan ridding yang asik dan menantang.

Hari yang tak terduga itu bermula saat saya dihubungi salah satu teman bernama pak Agung. Beliau saat ini menjabat sebagai President ORI menelpon saya dan menyampaikan bahwa dia ingin memberikan tantangan kepada saya untuk membuat sebuah rekor baru dalam dunia ridding.

Saya agak kaget sih, ternyata selama ini beliau memperhatikan kegiatan riding saya, hingga kemudian mengundang dan memberikan tantangan tersebut kepada saya. Lebih mengagetkannya lagi, informasi tentang hal ini sangat mendadak dan praktis saya pun tanpa persiapan.

Beliau menginginkan saya melakukan perjalanan ridding start dan finish di Bandung. Perjalanan kali ini berbeda dari perjalanan-perjalanan sebelumnya karena ini adalah tantangan dan kalau misi ini sukses maka saya pun akan mendapat apresiasi dan dicatat di ORI.

Singkat cerita, saya dilepas dari Bandung menjelang dini hari. Saya dan bee-nama panggilan motor kesayangan saya, melaju pelan saja. Ini kali pertama saya melakukan trip ke Kota Sukabumi. Sama sekali tidak ada gambaran, persiapan saya melakukan perjalanan ini hanya berbekal browsing, tanya teman-teman dan peta saja.

Dewi Siti Hawa
Foto: Dok Pribadi

Sampai di Cianjur, mata saya sepertinya enggan diajak kompromi, efek belum tidur sejak tiba dari Cirebon malam tadi. Agak kaget juga mendapati ada beberapa mini market yang buka 24 jam karena seingat saya tahun lalu saat lewat belum ada.

Saya pun melepas lelah sejenak, menikmati secangkir kopi hitam dan berdamai dengan kantuk sambil berbincang dengan pegawai mini market. Tiba-tiba saya dikejutkan oleh kedatangan dan sapa ramah biker setempat yang belakangan baru saya ketahui ternyata mereka sengaja mencari saya dan menawarkan untuk singgah di sekre mereka.

“Kok bisa?” Ungkap saya keheranan.

“Tadi kami lihat teteh lewat dan kami kejar karena kami khawatir terjadi sesuatu kalo kami biarkan teteh melintas Sukabumi malam malam begini. Geng motor sedang brutal dan itu beresiko.” Kata mereka menjelaskan.

Oalaah… Thanks God! sudah mengirim malaikat-malaikat ini untuk menjaga saya.

Kenal? Tidak!! Itulah asiknya dunia Biker. Karena biker yang sebenarnya gak terlalu memperdulikan patch apa dan dari mana, tetapi justru mereka sangat peduli satu sama lain.

Akhirnya gelap itu saya habiskan menunggu hari terang bersama teman-teman baru motor Jupiter yang sangat ramah, ngobrol sana-sini dan ternyata nyambung kenal ini kenal itu. Indahnya persaudaraan tanpa batas.

Pagi hari usai menikmati bubur Cianjur yang aduhai nikmatnya, suguhan teman-teman yang katanya -kalo gak dimakan gak boleh pergi- saya pun melanjutkan perjalanan ke Sukabumi Kota, Kabupaten Sukabumi, Pelabuhan Ratu, Loji, lalu Geopark. Cukup menantang karena sepanjang jalan ditemani hujan dan kabut tebal.

Satu hal yang menjadi ciri khas riding trip yang saya lakukan, tidak banyak berhenti kecuali ambil foto atau kondisi sangat urgent. Saya selalu berusaha menempuh jarak dengan waktu se-efisien mungkin.

Kebetulan dalam perjalanan ini saya juga gak ke SPBU karena bensin diisi full tank waktu mau berangkat. Dua belas liter untuk PP masih sisa banyak. Satu kali rest di pantai Malangpang untuk makan, lalu kembali ke Bandung. Total km nya 480.

12 jam Bandung-Cianjur-Sukabumi-Ciletuh dan kembali ke Bandung cukup menorehkan sejarah dan mencatatkan nama saya di rekor ORI. Alhamdulilah lancar dan dimudahkan Allah SWT.

Terimakasih untuk semuanya, sampe ketemu di perjalanan selanjutnya…

 

LEAVE A REPLY

*