Ini Jawaban Yamaha Soal Kritik Pelek Mio S Terbaru

0
Ini Jawaban Yamaha Soal Kritik Pelek Mio S Terbaru
Hanya saja sebagai produk yang diklaim terlahir kembali, timbul kritik bahwa kaki-kaki Mio S tergolong lawas. Foto: Gilang

NaikMotor – Mengusung tema “New Reborn” Yamaha yakin kehadiran Mio S bakal merebut hati pecinta skutik khususnya kaum hawa. Yamaha mengklaim Mio S merupakan Mio yang terlahir kembali, karena secara tampang berubah dan dibenamkan berbagai fitur baru.  

Hanya saja sebagai produk yang diklaim terlahir kembali, timbul kritik bahwa kaki-kaki Mio S tergolong lawas lantaran desain peleknya sama seperti generasi sebelumnya. Bahkan desain pelek CW palang lima itu sejatinya sudah dipakai sejak Mio Sporty generasi pertama.

Mio S
Desain pelek CW palang lima sejatinya sudah dipakai sejak Mio Sporty generasi pertama.

Sisi positifnya Yamaha lebih memperhatikan kenyamanan konsumen, terutama untuk kaum hawa dimana pasar Mio memang sejatinya merupakan perempuan. Di model baru ini Mio S menggunakan ban tubeless dengan ukuran depan 80/80 dan belakang 100/70.

“Ban lebar membuat motor lebih stabil dan nyaman dikendarai. Sedangkan ban tubeless sangat berguna untuk perempuan sebab ban tubeless tidak mudah bocor. Jadi lebih aman,” kata Dyonisius Beti, Executive Vice President & COO PT Yamaha Indonesia Motor Mfg (YIMM).

Mio S
Yamaha Mio S warna Special Green

Masih seputar kaki-kaki, awal tahun ini ‘kawan lama’ Yamaha di Indonesia turut berbenah menyempurnakan skutik mereka. Untuk mengincar anak muda yang dinamis, skutik bertampang retro itu dipasangi pelek lingkar 12-inci sesuai tren yang mau muncul.

Ternyata perkembangan tren itu turut diperhatikan Yamaha, namun pabrikan mengatakan punya alasan kuat bekali Mio S dengan pelek yang lebih besar. Seperti disebutkan Minoru Morimoto, President Director & CEO PT YIMM saat peluncuran Mio S beberapa waktu lalu.

“Belakangan ada satu produk dengan ukuran 12-inchi. Kami juga amati trend ini seperti apa. Ukuran pelek kecil tapi lebar itu fenomena baru. Tapi jika menghadapi permukaan jalan bergelombang, penggunaan ban ini akan mengganggu handling. Jadi pengendara cepat capek,” katanya.

Pelek 12-inci di merek tetangga

Secara eksplisit, mantan pembalap motor di kejuaraan Eropa itu menyebut Yamaha sengaja memberikan lingkar 14-inci karena sangat memerhatikan posisi handling. Untuk Indonesia dan pasar skutik, pelek 14-inci merupakan pilihan terbaik soal kenyamanan dan pengendalian katanya.

“Dulu di Autobhan (jalan tol Jerman) handling jadi bermasalah karena menggunakan ban terlalu lebar. Sama untuk motor, mungkin buat pengendara profesional ini tidak masalah, tapi buat yang baru akan sangat berbeda. Buat wanita ini (pelek 14-inci) sangat mudah dikendarai,” katanya.(Agl/NM)

Mio S
Isyana dipilih menjadi brand ambassador karena dianggap cocok dan menggambarkan karakter Mio S.

LEAVE A REPLY

*