Johann Zarco Mengaku Incar Kursi Valentino Rossi di Movistar Yamaha

0
Kursi Valentino Rossi
Meski belum ada rencana buat pensiun dan mengaku ingin terus balapan, kursi Valentino Rossi di Movistar Yamaha nyatanya sudah banyak diincar orang. Foto: Sport Rider

NaikMotor – Meski belum ada rencana buat pensiun dan mengaku ingin terus balapan, nyatanya sudah banyak yang mengincar kursi Valentino Rossi di Movistar Yamaha. Salah satunya yakni rookie asal Perancis, Johann Zarco pembalap tim satelit Monster Yamaha Tech 3.

Zarco mengatakan, menginginkan posisi itu bukan untuk menyingkirkan Rossi sebagai individu tapi karena haus podium dan gelar. “Tujuan saya adalah duduk di tim pabrikan. Karena jika anda ingin gelar (juara dunia), maka anda perlu motor pabrikan,” katanya.

Pembalap berumur 27 tahun itu yakin ia bisa dilirik pabrikan Yamaha jika mampu menunjukkan performa yang konsisten. Ia juga lebih memilih kursi Rossi dibandingkan Maverick Vinales. “Jika saya bisa terus bekerja dengan Yamaha akan fantastis,” imbuhnya.

Kursi Valentino Rossi
Johann Zarco tampil istimewa di MotoGP Jerez dan finis di posisi keempat. Foto: Michelin

“Itu akan menyenangkan. Bagaimanapun, bahwa dia (Rossi) akan tetap tinggal ketika dia bisa cepat. Mengapa tidak? aku harus menjadi salah satu yang terbaik di kursi Valentino Rossi. Tapi itu tujuan besar dan mimpi setiap pembalap,” katanya.

Penampilan Zarco patut diapresiasi di musim balap perdananya setelah naik kelas dari Moto2 pada 2016. Lewat pembawaan yang tenang, santai, tertutup, tapi ganas di lintasan, ia sempat merepotkan pembalap-pembalap tim pabrikan di awal musim.

Beberapa kali Zarco finis lebih baik dari Rossi dan Vinales. Bahkan Rossi sempat dibuat geram karena gaya balapnya yang dinilai agresif. Pemegang juara dunia Moto2 dua kali itu kena kritik karena gaya manuvernya yang dianggap berlebihan.

“Saya gentle. Saat ingin mendahului pembalap lain tentu akan agresif. Namun saya tak menerima kritik terlalu agresif karena itu adalah balapan. Anda harus mendorong sampai limit. Kadang-kadang harus memutuskan apakah harus sampai seperti itu,” kata Zarco.(Agl/NM)

LEAVE A REPLY

*