Begini Rasanya Naik Vespa S 125 i-get Sang Tambatan Hati

0
Begini Rasanya Naik Vespa 125 i-get
Seberapa jauh motor dapat mengekspresikan penggunanya? Pertanyaan klasik, juga retoris, tapi inilah yang muncul saat melihat Vespa S 125 i-get. Foto: Tim NaikMotor.com

NaikMotor – Seberapa jauh motor dapat mengekspresikan penggunanya, apalagi sang empunya adalah anak muda dengan usia rentang 17 sampai 27 tahun? Pertanyaan klasik, juga retoris, tapi inilah yang muncul saat melihat Vespa S 125 i-get.

Sebagai model entry level, Vespa S 125 i-get menyasar anak muda yang ‘belum’ berpenghasilan. Beda dengan kakaknya seperti Primavera, Sprint atau GTS, yang memang secara harga jauh dari kantung anak SMA atau yang baru masuk kuliah.

Tapi sudahlah, untuk apa menilai kemampuan daya beli dibandingkan kenikmatan Naik Motor. Bagaimanapun Vespa adalah Vespa, baik dia klasik, baru, bekas, atau sekadar versi murah. Vespa tetap jadi alat angkut yang fleksibel dan fashionable.

Fashionable itulah kuncinya. Masyarakat penggemar fashion memang sudah lama mengakui Vespa mudah masuk ke beragam gaya busana. Untuk itu, menurut kami, di sinilah titik temu antara Vespa, entry level, dan anak muda yang kita bicarakan di atas.

Cukup soal latar belakang bahwa tidak akan ada salah kostum saat naik Vespa. Namun bagaimana rasanya?  apa yang menarik di model baru ini? Kencan lebih dari seminggu rasanya cukup menggambarkan motor yang dibanderol Rp 31,5 juta ini, meski hanya seputaran Jakarta-Ciputat-Bekasi.

Sama seperti model sebelumnya Vespa S 150 i.e, saat duduk, gaya khas Piaggio dengan tempat duduk tinggi dan posisi tegap tidak berubah. Memang diciptakan buat postur orang Eropa. Tinggi badan 160-an dipastikan bakal jinjit ala balerina, tapi bukan sesuatu yang menggangu.

Perubahan di Vespa S 125 i-get ini sebetulnya tidak banyak. Soal eksterior paling kentara yakni pilihan warna baru matte alias doff. Selebihnya hanya stiker sebagai indentitas baru, dan jengger depan yang tadinya krom berubah hitam, serta pelek hitam.

Ubahan lain yang sangat krusial yakni jok single seater supaya lebih terasa anak muda sesuai penamaan ‘S’ yakni Sporty. Yup itu benar, memang terkesan seperti itu. Namun agaknya lebih pas buat anak muda jomblo, bukan yang punya pacar. Walau sebetulnya tetap bisa boncengan, malah menguntungkan karena posisi duduk pembonceng makin rapat.

Saatnya duduk, naikkan standar, stater, dan jalan. Mesin generasi baru i-get atau lengkapnya Italian Green Experience Technology baru menunjukkan kelasnya. Motor bergetar hebat di rpm bawah, terutama di model lama sehabis melewati polisi tidur kini tereduksi dengan sangat baik.

Kami bilang tereduksi sangat baik karena bukan 100% hilang. Faktanya getar merupakan salah satu ciri lain Vespa. Termasuk di model ini. Namun getar baru akan terasa kalau buka tutup gas dengan kasar, itu pun tidak parah, dan tidak akan terlalu menganggu saat gas diperlakukan halus.

Jujur tidak ada yang spesial soal performa. Karena motor ini memang bukan buat kebut-kebutan. Distribusi tenaga baru terasa dikail pada putaran menengah. Pilih skutik Jepang berkubikasi 125cc atau 150cc jika tujuannya untuk balapan liar di jalan.

NaikMotor.com yang kerap membawanya jalur Bekasi-Ciputat malam hari merasakan motor sangat asyik di kecepatan 70-75 km/jam atau jarum speedometer tepat berada di tengah. Di sini mesin terasa enteng, pengendalian mantap, dan rpm tidak langsung drop apabila tutup gas.

Satu yang menganjal yakni soal pengereman. Ada bunyi halus di rem depan apabila mengerem tunggal menggunakan rem depan di atas kecepatan 60 km/jam. Bunyinya sangat halus ‘trtrttrtr’ dan sulit terdengar saat siang dikondisi jalan sibuk. Prediksi kami karena rem depan masih dingin, meski harus dikaji lebih jauh.

Keunggulan lain yakni soal klakson. Sederhana sebetulnya, dan sama seperti vespa S 150 i.e. Tapi kami suka bagaimana klakson mudah diatur. ‘Towel’ sedikit pakai ibu jari supaya bunyinya tidak terlampau keras. Jadi tidak menggangu saat bertemu satpam atau mengagetkan ibu-ibu yang jalan pelan di tengah jalan.

Performa suspensi belakang melibas jalan bergelombang patut diapresiasi. Bantingannya membuat pinggang tidak berbenturan dengan tulang belakang meski menghajar lubang. Hanya saja, karena terlalu empuk, ditambah kembangan ban dual purpose dari Maxxis motor seperti ‘ngebuang’ saat belok.

Kesimpulannya, Vespa S 125 i-get adalah pilihan buat mereka yang kepincut Vespa, atau lebih rinci, yang ingin modis naik Vespa namun tetap terjangkau. Dengan klaim konsumsi BBM 45,5 km/liter dan mesin generasi baru, model ini lahir untuk menjangkau konsumennya sendiri, generasinya sendiri yang mengerti nilai yang dibawa Vespa.(Agl/NM) 

Spesifikasi Vespa S 125 i-get

Mesin: i-get, 4 langkah, silinder tunggal, 3 katup
Sistem Pembakaran: Injeksi
Kapasitas: 124,5 cc
Daya Maksimum: 10,2 dk (7,6 kW)/7.600 rpm
Torsi Maksimum: 10,2 Nm/6.000 rpm
Sistem Pendingin: Sirkulasi udara tekan
Transmisi: CVT
Suspensi Depan: Lengan tunggal dengan pegas helikal dan peredam kejut tunggal hidrolik
Suspensi Belakang: Peredam kejut tunggal dengan 4 tingkat setelan kekerasan
Rem Depan: Cakram 200 mm
Rem Belakang: Tromol 110 mm
Ban Depan: Tubeless 110/70-11″
Ban Belakang: Tubeless 120/70-10″
Panjang: 1.770 mm
Lebar: 705 mm
Jarak Sumbu Roda: 1.280 mm
Jarak Jok ke Tanah: 785 mm
Kapasitas Tangki: 7 liter
Emisi: Euro 3

LEAVE A REPLY

*