Menggerus Aspal Ciamis – Klaten Bersama Piaggio Medley ABS

0
Menggerus Aspal Ciamis - Klaten Bersama Piaggio Medley ABS
Jalan berliku menjadi santapan Piaggio Medley ABS dalam perjalanan mudik menuju Klaten, Jawa Tengah. Foto: Sentot Soe

NaikMotor — Piaggio Medley ABS yang menemani kami dalam perjalanan mudik dari Jakarta ke Klaten, Jawa Tengah, memberikan banyak pengalaman dan adrenalin yang berbeda. Kenyamanan berkendara dalam menempuh jarak sejauh 558,4 KM terbilang sangat mumpuni bagi kami yang telah berusia 57 tahun.

Setelah bermalam dan beristirahat di Kota Ciamis, Jawa Tengah, perjalanan mudik kami lanjutkan menuju Kota Klaten. Dari hasil penelusuran di mbah google tadi malam, jarak yang harus ditempuh sejauh 320,3 KM. Rute ini lebih jauh dibandingkan perjalanan kemarin dari Jakarta-Ciamis yang melahap 268,1 KM.

Menggerus Aspal Ciamis - Klaten Bersama Piaggio Medley ABS

Pagi hari ini, Jumat (23/6/2017) udara sangat sejuk saat kami mulai meninggalkan Kota Ciamis. Hembusan angin saat berada diatas Piaggio Medley ABS seakan belum rela meninggalkan kota yang memiliki sekitar 15 obyek wisata yang patut dikunjungi. Namun semua itu sirna karena kerinduan kami pada orang tua yang telah menanti di kampung halaman.

Tanpa sedikit keraguan kami langsung ngacir menuju kota Majenang. Pasalnya, pengenalan karakter dan fitur skuter premium ini  telah kami lakukan pada riding sebelumnya. Dominasi wilayah pegunungan dengan lintasan lebar yang dibalut aspal halus menggoda kami untuk terus bermanufer. Suara mesin terdengar halus tanpa sentakan yang berarti ketika kami berusaha melibas berbagai tikungan yang disuguhkan.

Menggerus Aspal Ciamis - Klaten Bersama Piaggio Medley ABS

Meliuk-liuk bagaikan ular, Medley sangat mudah dikendalikan. Riding position dan lapangnya dek untuk pijakan kaki yang memberikan kenyamanan dan keleluasaan pengendara makin memantapkan kami untuk terus memacu adrenalin. Ditambah indahnya pemandangan alam yang kami temui di jalur ini tidak membuat kami bosan untuk terus memainkan gas.

Memasuki Kota Majenang, kami dihadapkan dengan jalan tambal sulam. Dengan terpaksa kami pun harus mengurangi kecepatan untuk alasan safety. Adanya penumpukan kendaraan para pemudik di dalam kota menyita sedikit waktu kami.

Setelah berjibaku dengan kemacetan jalan Kota Majenang, tepatnya di Desa Rawolo kami pun memarkirkan Piaggio Medley ABS untuk beristirahat sekitar 30 menit. Setelah melepas lelah, perjalanan kami lanjutkan menuju Kota Kebumen.

Jalan datar dan lebar yang didominasi aspal halus menjadi menu di jalur ini. Namun lebarnya jalan masih belum mampu menampung padatnya kendaraan pemudik. Ditambah tidak adanya pemisah jalan dari arah berlawanan yang membuat kami harus ekstra hati-hati.

Menggerus Aspal Ciamis - Klaten Bersama Piaggio Medley ABS

Meski bertubuh besar, kami tidak sulit mengajak Medley untuk menerobos masuk di antara antrian panjang kendaraan dengan ruang sempit. Apalagi hujan lebat mengguyur saat itu makin menambah kesempatan kami bermanufer di lintasan basah. Kondisi cuaca ini secara tidak langsung menambah waktu tempuh kami mencapai Kota Kebumen.

Tepat jam 14.00 WIB kami tiba di Kebumen dan langsung beristirahat sekitar 30 menit. Sesuai rencana perjalanan, kami akan melalui rute alternatif mudik menuju Jogjakarta. Rute ini dikenal dengan jalan Daendels yang membentang sepanjang 120 KM di pesisir Pantai Selatan menuju Jogja. Di rute ini banyak sekali lokasi wisata pantai dan jalur ini sering dimanfaatkan para pemudik untuk mengisi liburan setelah Lebaran.

Menggerus Aspal Ciamis - Klaten Bersama Piaggio Medley ABS

Salah satunya adalah Pantai Keburuan yang sempat kami sambangi untuk menyegarkan tubuh dengan terpaan angin laut setelah bercumbu dengan Medley selama 8 jam. Jaraknya hanya sekitar 1 KM dari jalan utama.

Setelah puas mengeksplor Pantai Keburuan, kami langsung melanjutkan perjalanan menuju Jogja. Lintasan lurus dan panjang dengan kondisi jalan yang mulus kembali memicu adrenalin untuk segera kembali memacu mesin 150cc berteknogi I-get (Italia Green Experience Technology). Putaran CVT yang ringan memudahkan kami untuk mendapatkan akselerasi hingga tidak terasa jarum di spedometer telah menyentuh angka 140 KPJ.

Menggerus Aspal Ciamis - Klaten Bersama Piaggio Medley ABS

Tidak ada kendala yang kami hadapi hingga tiba di Kota Jogjakarta menjelang Magrib. Sambil menikmati Kopi Joss Arang khas Kota Gudeg dan Lumpia, kami beristirahat sekitar 1 jam. Perjalanan menuju kampung halaman di Klaten tinggal 30 KM lagi. Jarak tersebut tidak banyak mengurasi tenaga dan konsenterasi, sepertinya Piaggio Medley ABS telah mengerti apa yang kami inginkan sebagai pengendara sepeda motor.

Selama perjalanan dari Jogjakarta hingga Prambanan, kondisi jalan terbilang  sangat padat dan itu tidak menyurutkan semangat kami untuk terus mengajak Skuter ini bermanufer. Hingga kami pun tiba di Klaten dan akhirnya bisa mencium tangan dan memeluk erat Ibunda tercinta setelah menempuh 588,4 KM dari Jakarta. Enyak… I Love U. (Sentot Soe, Kontributor Naikmotor.com)

LEAVE A REPLY

*