Britten V1000 Motor Paling Canggih di Jamannya

0
Britten V1000 Motor Paling Canggih di Jamannya
Britten V1000 merupakan salah satu motor yang paling diincar kolektor roda dua. Foto: Beragam sumber.

NaikMotor – Nama Britten Motor Company (BMC) mungkin asing di telinga, bahkan bagi penggemar roda dua sekalipun. Wajar saja sebab sepak terjang produsen motor asal Selandia Baru tersebut memang sangat singkat hanya 7 tahun.

Masa hidup Britten Motor Company hanya berlangsung dari 1991-1998. Selama itu pula pabrikan cuma mengeluarkan satu model yaitu Britten V1000. Semuanya dibuat hand made dalam arti sesungguhnya, dan dalam 7 tahun model ini hanya dibuat sebanyak 10 unit.

Tidak heran jika kemudian Britten V1000 merupakan salah satu motor yang paling diincar kolektor roda dua. Harga motor tersebut di pasar gelap saat ini ditaksir mencapai lebih dari 250 ribu poundsterling atau setara Rp 4,3 miliar lebih.

Selain hanya diproduksi 10 unit, alasan lain motor ini sangat spesial karena rancang bangunnya dinilai merupakan ‘pencapaian tertinggi’ di jamannya. Bisa dibilang, Britten V1000 adalah semua yang paling canggih dan nyeleneh saat itu.

Britten V1000 pada dasarnya tidak punya rangka atau penopang solid seperti deltabox yang ramai dipakai untuk superbike. Sebagai ganti rangka, pabrikan memakai sambungan-sambungan. Mesin yang jadi jantung motor ini yang menopang sambungan tersebut.

Mesinnya mengusung jantung 4-tak, 999cc, V-twin 60 dejarat dan berpendingin cairan. Mesin tersebut pertama kali diciptakan oleh Jhon Britten, sang pendiri BMC di gudang belakang rumahnya di Auckland, Selandia baru.

Keunggalan lain yakni bodi seluruhnya menggunakan serat fiber. Saat itu fiber masih jarang digunakan untuk produksi masal. Harganya relatif mahal dan teknologi pengerjaannya masih minim. Sehingga motor dengan bodi fiber biasanya mahal dan dianggap barang mewah.

Spesifikasi lain yakni suspensi depan double wishbone, kopling kering, dan pemetaan mesin menggunakan komputer alias ECU. Radiator terletak di bawah jok. Suatu karya jenius bagi motor yang lahir di awal 90’an.

Bicara Britten Motor Company (BMC) maka harus mengupas sosok Jhon Britten. Dialah pendiri BMC. Sosok yang disebut sebagai salah satu tokoh otomotif paling legendaris selain Soichiro Honda maupun Henry Ford.

Jhon lahir pada tahun 1950. Seperti pada kebanyakan tokoh terkenal, ia besar di lingkungan penggila otomotif. Masa kecil dan remajanya dihabiskan soal mesin. Namun waktu dewasa ia sempat menjadi seniman kaca dan terlibat dalam bisnis pengembangan properti keluarga.

Jhon kemudian mulai serius terjun ke otomotif atau tepatnya roda dua saat mendirikan BMC pada 1992 di umur 42 tahun. Namun takdir punya jalannya sendiri, saat BMC berkembang Jhon dipanggil Tuhan. Ia meninggal karena kanker kulit pada 1995. Kenyataan yang membuat BMC sulit berkembang dan gulung tikar pada 1998.

Meski selama berdiri hanya menghasilkan satu model, namun itu cukup untuk memperlihatkan kerja keras mereka. Faktanya Britten V1000 cukup sukses di balap. Pada tahun 1992, V1000 menang di balapan Belanda bertajuk Dutch Battle of the Twins series dan pada 1994 menang di BOTT race di Daytona Amerika Serikat.

Tahun berikutnya, atau pada 1995 Britten V1000 berhasil menjuarai balapan bertajuk BEARS (British, European and American Racing) world championship dan New Zealand National Superbike Championship.

Britten V1000 juga tercatat beberapa kali memecahkan rekor dunia kecepatan termasuk diantaranya world flying mile record di kelas 1.000cc dengan membukukan waktu tercepat 188.09mph, dan world standing start mile record (213.51mph) pada 1993.

Mengutip Motorcyclenews, saat ini seluruh Britten V1000 masih ada, namun tersebar di beberapa tempat. Motor produksi pertama yang dijuluki the Cardinal, masih dimiliki oleh BMC di Auckland, Selandia Baru.

Nomor dua dipamerkan di Museum of New Zealand di Wellington. Motor nomor tiga dimiliki oleh Roberto Crepaldi di Milan, nomor empat dimiliki oleh Jim Hunter di Massachusetts, Amerika Serikat.

Nomor lima dimiliki oleh Dr Mark Stewart di Michigan, Amerika Serikat, nomor enam berada di tangan Kevin Hibah di Auckland, dan satu-satunya yang masih kerap turun ke jalan untuk seremoni khusus.

Nomor tujuh dipamerkan di Museum motor Barber Vintage di Alabama, Amerika Serikat, nomor delapan dimiliki oleh Michael Canepa di California, nomor sembilan oleh Gary Turner di Belanda, dan terakhir di tangan Michael Iannuccilli di Las Vegas. (Agl/NM)

LEAVE A REPLY

*