Datang ke Tangerang, Lorenzo Beberkan Kisah Hidup Sebagai Pembalap

1
Lorenzo Beberkan Kisah Hidup
Meet n Greet Lorenzo di ICE Serpong. Foto: Yudistira

NaikMotor – Jorge Lorenzo melakukan meet n greet dengan penggemarnya dan komunitas Ducati pada hari kedua kunjungannya ke Indonesia, Jumat (3/2/2017) di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang. Pada kesempatan tersebut, Lorenzo beberkan kisah hidup dirinya sebagai pembalap.

Acara yang digagas Garansindo Euro Sports dan MOVE memberikan kesempatan pembalap berusia 29 tahun itu berinteraksi langsung, memberikan tanda tangan dan berfoto bersama penggemarnya.

lorenzo_mng_serpong_2

Dalam suasana santai, ia mengisahkan kehidupannya sebagai pembalap. For Puera membeberkan rahasia kesuksesannya menjadi pembalap kelas dunia.

“Ayah saya mengatakan kalau saya sudah tertarik dengan sepeda motor sejak umur dua tahun. Pada usia 10 tahun saya mulai diberikan motor, kemudian saya memulai karir profesional sebagai pembalap di usia 14 tahun dan setahun kemudian mengikuti kejuaraan dunia,” kisah Lorenzo.

Tekad kuatnya untuk menjadi pembalap membuatnya berani meninggalkan sekolah, demi bisa fokus latihan balap.

“Saya memutuskan berhenti sekolah untuk fokus berlatih balap, karena jika saya meneruskan sekolah sulit untuk membagi waktu dengan latihan,” ucap Lorenzo.

Tahun 2002, ia mulai tampil dalam kejuaraan dunia 125cc dan berstatus sebagai peserta termuda dengan usia 15 tahun. Empat tahun berselang, ia berhasil menjadi juara dunia kelas 250cc bersama tim Aprilia.

“Umur 15 tahun saya mulai mengikuti kejuaraan dunia. Saat itu saya masih sangat kecil, dan semua terlihat besar,” kenang Lorenzo.

lorenzo_mng_serpong_3

Karir pria asal Palma, Spanyol itu semakin cemerlang setelah bergabung dengan tim pabrikan Yamaha tahun 2008. Bersama Tim Garpu Tala, pria asal Palma merengkuh tiga gelar juara dunia, tahun 2010, 2012, dan 2015.

Keputusan besar dalam karir ia ambil saat memilih hijrah dari Yamaha ke Ducati mulai tahun ini. Ia berikrar akan mempersembahkan gelar juara dunia untuk Tim Merah.

“Kita harus berani mengambil keputusan penting untuk terus berkembang. Saya suka dengan tantangan, dan pindah ke Ducati merupakan tantangan baru dalam hidup saya. Ambisi saya adalah menjadi juara dunia (MotoGP) dengan tim berbeda. Di Ducati hanya satu pembalap yang bisa menjadi juara dunia, yaitu Casey Stoner. Sulit untuk langsung menang, tetapi bukan tidak mungkin untuk menjadi juara,” kukuh Lorenzo. (Yudistira/nm)

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here