Bermotor Saat Hujan Waspadai Kondisi Jalan

0
Bermotor Saat Hujan Waspadai Kondisi Jalan
Berkendara saat hujan diperlukan Kondisi fisik pengendara dan sepeda motor harus prima. Foto: Motorcycle Central

NaikMotor – Berkendara sepeda motor di saat hujan akan berbeda, baik kondisi jalan dan lalu lintas. Kondisi fisik pengendara dan sepeda motor pun harus prima dan perlu ritual berbeda.

Bagaimana persiapan menghadapi kondisi jalan dan lalu lintas saat hujan, berikut pemaparan pengamat keselamatan berkendara Wijaya Kusuma Soebroto:

Musim penghujan sudah tiba, menurut pepatah orang tua, ditandai dengan bulan-bulan berakhir suku kata ‘ber’. Seperti September hingga Desember, bahkan Desember dikatakan sebagai puncaknya musim penghujan.

Berkendara sepeda motor di musim penghujan, artinya akan butuh ritual berbeda. Persiapan dimulai dari diri sendiri dengan perlengkapan keselamatan berkendara ditambah dengan pelindung dari hujan seperti jas hujan two pieces yang baik, tidak disarankan menggunakan jas hujan model ponco, karena berbahaya jika tersangkut pada objek lain di jalan. Kondisi sepeda motor pun wajib prima.

Selanjutnya kondisi jalan dan lalu lintas itu sendiri. Sementara pengendara sepeda motor tentunya hanya mempunyai dua pilihan antara melanjutkan perjalanan atau berhenti menunggu hujan reda. Jika terpaksa berteduh, hindari berteduh di bawah pohon atau papan reklame lantaran rawan roboh. Selain itu, parkirlah sepeda motor di area yang tidak mengganggu arus lalu lintas.

Sepeda motor berbeda dengan mobil yang bisa melaju setiap saat baik hujan dan kering. Selain itu, kewaspadaan pengendara harus ditingkatkan. Kenapa? Karena pastinya kondisi jalan akan berubah licin sesaat setelah hujan, kualitas jalan pasti akan menurun karena terkena hujan, oleh karenanya kadang ada lubang yang tersembunyi dibalik genangan air, jarak pandang menurun karena cuaca mendung atau hujan.

Risiko kecelakaan tentunya semakin tinggi lantaran fokus berkendara berkurang dan fisik cenderung lebih lelah. Jika menembus banjir, sepeda motor rawan mogok lantaran kompartemen mesinnya rendah dan mudah tersiram air.

Untuk itu hal-hal dibawah ini yang perlu di perhatikan oleh seorang pengendara motor yang berkendara di saat hujan:

1. Genangan Air
Genangan air dijalan sulit ditebak. Apalah di genangan itu ada lubang atau tidak, kemudian apakah lubang itu dalam atau tidak. Sedangkan genangan air itu sendiri bisa mengakibatkan efek aqua planning atau mengambang di permukaan air yang mengakibatkan pengendara sulit mengendalikan sepeda motor. Oleh karena tu ketika melihat genangan air yang mencurigakan sebaiknya dihindari. Jika terpaksa segeralah perlambat laju motor. Hal ini untuk menghindari pemotor terperosok dan risiko lebih fatal lainnya. Jangan sembarang menerobos genangan air karena kita tidak tahu kedalamannya. Hal ini bisa mengakibatkan kendaraan mogok atau terperosok lubang dalam yang tertutupi genangan air tersebut.

2. Hindari ceceran tanah di jalan
Terkadang, di kompleks perumahan yang sedang dibangun atau proyek pembangunan infrastruktur jalan itu sendiri terkadang terdapat permukaan jalan bercampur tanah dan menambah licin permukaan jalan. Hindarilah melintas di atasnya, jangan melaju terlalu cepat dan tidak melakukan pengereman mendadak.

3. Hati-hati bermanuver
Saat berada di belokan, kurangi kecepatan lebih dini. Injak rem lebih awal dan hindari manuver mendadak lantaran jalan lebih licin.

4. Jangan tergesa-gesa
Para bikers cenderung memacu kendaraannya lebih cepat menjelang turun hujan untuk mencari tempat berteduh atau menghndari hujan. Hal ini bisa memicu terjadinya kecelakaan lalu lintas jalan karena konsentrasinya terganggu. Seharusnya, justru saat akan turun hujan anda harus menurunkan kecepatan sambil mencari tempat berteduh.

5. Cuci motor
Setelah anda berkendara saat hujan, maka pasti kan motor anda di cuci. Air hujan itu bersifat asam dan akan menimbulkan karat apabila kita diamkan. Oleh karena itu segera cuci motor anda dengan air bersih dan lumasi bagian bagian seperti rantai, rem atau bagian lain yang bergerak agar saat anda akan gunakan kembali motor sudah siap.

Wijaya Kusuma Soebroto, pengamat keselamatan berkendara, offroader nasional/internasional, trainer ORD Training Center dan penyelenggara turing wisata mancanegara(Afid/nm)

LEAVE A REPLY

*