Tips Mengenal Kinerja Camshaft

0

Camshaft

Jakarta (naikmotor) – Setelah Juli 2015 mendatang, sepeda motor bermesin 2 langkah atau 2 tak akan boleh lagi dipasarkan di Indonesia. Itu artinya di sini akan menjadi awal mula era sepeda motor 4 langkah.

Sepeda motor bermesin 4 langkah berarti mesin dengan camshaft, yang tugasnya membuka dan menutup katup baik masuk ataupun pembuangan ke knalpot. Sehingga istilah SOHC atau DOHC akan turut menjadi istilah yang lumrah.

Pada dasarnya camshaft (kem) bisa dibedakan berdasarkan lokasinya, inboard atau overhead. Pada mesin dengan cam inboard akan memerlukan tuas untuk membuka katup. Contoh paling nyata pada mesin Harley-Davidson, tuas pembuka katup dinamakan pushrod.

Kelemahan sistem ini berisik saat beroperasi dan putaran mesin tak bisa tinggi. Itu berarti tenaga yang dihasilkan tak besar juga.

Di lain pihak overhead camshaft, membutuhkan komponen yang lebih sedikit, sebab cam berada di atas katup pada kepala silinder. Overhead camshaft sudah menjadi sistem yang standar pada sepeda motor modern.

Kemudian istilah SOHC, atau single over head camshaft, ditujukan untuk sebuaht shaft dengan rocker arm untuk membuka katup intake dan katup pembuangan. Sedangkan DOHC atau double over head camshaft, berarti sebuah shaft untuk mengoperasikan katup intake, sementara shaft lainnya mengatur katup pembuangan atau exhaust.

Keduanya memungkinkan mesin berputar lebih tinggi. Meski DOHC mampu membuatputaran mesin lebih tinggi daripada SOHC. Tetapi SOHC lebih unggul dalam hal kemudahan perawatan, yakni soal penyetelan katup. (af/NM)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here