First Ride Moto Guzzi V9 Roamer, Cruiser Italia Aroma Amerika

0
First ride Moto Guzzi V9 Roamer
Sosok Moto Guzzi V9 Roamer, cruiser Italia yang beraroma Amerika. Foto: Afid

NaikMotor – Moto Guzzi V9 Roamer dan Bobber baru saja diperkenalkan di Indonesia oleh PT Piaggio Indonesia (PID) akhir September 2016 lalu. Kami melakukan first ride Moto Guzzi V9 Roamer di seputar Pondok Indah Mall.

Melihat sosok Moto Guzzi V9 Roamer sedikit agak membingungkan, maklum sebelumnya, Moto Guzzi biasanya mendesain model naked dengan sedikit sentuhan retro, seperti pendahulunya V7 II Stone. Sedangkan Roamer lebih mendekati desain sebuah cruiser, dengan celah tanah pendek, jarak sumbu roda panjang, posisi duduk tegak, dan posisi pijakan kaki agak maju. Seperti mengingatkan pada sosok Harley-Davidson Sportster, hanya saja jok berkesan datar.

Tetapi desain demikian itu segera terjawab, karena Centro Stile Piaggio Group telah mengambil masukan Piaggio Advanced Design Center di Pasadena, California termasuk dalam merancang Roamer dan Bobber. Pusat desain MG di Amerika itu telah berperan juga dalam merancang bagger California, Audace dan Flying Fortress.

first_ride_motoguzzi_roamer_6

Pantas saja, jika Roamer terasa kental aroma cruiser-nya, yang selalu menjadi ciri sepeda motor Amerika. Tetapi ciri Italia belum lah hilang, kesan retro pada tangki dan dash, metalurgi sasis dan komponen lainnya, masih menampikkan estetika negeri Pizza itu.

Roamer berkesan mudah dikendarai, tinggi jok ‘hanya’ 785 mm, bagi naikmotor yang hanya 165 cm dan 62 kg, masih bisa menapakkan kedua kaki ketika duduk di atas joknya. Tentunya karena bersepatu boot berbahan kulit, dengan tapak cukup tebal.

Tapi kelak boot itu ada gunanya, karena knalpot krom ganda Roamer berposisi rendah mendatar dan melebar di bagian belakang, saat menurunkan kaki akan terlindung dari sengatan panasnya. Beruntung juga jika mengenakan celana panjang yang tebal, sebab lutut terkadang menubruk intake manifold, meski manifold dan cylinder head itu sudah dilindungi dengan oleh heat cover. Tetapi panasnya masih cukup membuat kaget saat tersentuh. Maklum, mesin masih mengandalkan pendinginan udara dan oli.

Roamer hanya dibekali sebuah meter gauge dan paduan analog digital. Analognya hanya untuk speedometer dalam km/jam, sisanya trip meter, konsumsi bahan bakar, jarak yang masih bisa ditempuh dengan sisa bahan bakar, setting kontrol traksi, kecepatan rata-rata dalam digital, tak ada tachometer. Peringatan visual untuk saat tangki hampir kosong, posisi Neutral, dan sein.

first_ride_motoguzzi_roamer_4

Roamer memungkinkan untuk pengaturan kontrol traksi meski hanya dalam dua mode, kering dan basah. Tapi dalam first ride agak kesulitan merasakan bagaimana slide roda dibatasi saat akselerasi, karena kondisi jalan kering dan macet ditambah cuaca panas menyengat di sekitar jalan Pondok Indah.

Saat pertama menyalakannya dan idle, ada getaran tak biasa, jika umumnya sepeda motor cruiser saat langsam getarannya cenderung “PPAP dance”, depan belakang. Tetapi pada Roamer seperti tengah diguncang kiri-kanan halus, tentu karena desain mesin V-twin tranversalnya yang berkapasitas 853 cc itu. Namun, dengan sedikit menaikkan putaran gas getaran itu lenyap, demikian juga ketika bergerak.

Soal jangkauan, setang Roamer dengan raiser cukup lebar, membuat posisi duduk cenderung tegak, dan pengendalian ringan. Ditambah dengan foot control berposisi agak tengah dan rendah, mudah untuk menurunkan kaki saat berhenti.

Pengoperasian transmisi pun ringan, hanya saja pada pengoperasian gir pertama ada bunyi adu metal yang cukup nyaring, khas sepeda motor cruiser, karena penggunaan gir-gir ‘kasar’, untuk berkompromi dengan tenaga big bike yang besar.

Tuas kopling pun demikian cukup ringan untuk ukuran big bike seperti Roamer, padahal mekanismenya masih dengan perantara kabel. Ketika mulai bergerak pun terasa smooth, ringan saja pergerakannya.

Saat melaju dan  berkelit di tengah kemacetan, pengendalian cukup mudah dan ringan. Hanya perlu diingat saja , jangan coba untuk rebah saat menikung, celah tanah Roamer rendah, dan knalpot gandanya yang melebar di ujung.

Sayangnya, sepanjang first ride di jalan Pondok Indah itu, NaikMotor tak pernah bisa menjangkau gir ke-4, karena macet, bahkan saat rasio gir 3 pun puntiran grip tak pernah penuh, padahal kecepatan 80 km/jam saat ada celah di antara mobil-mobil yang melaju pelan, mudah saja diraih.

Kemampuan mesin dengan injeksi bahan bakar produk Marelli dengan single throttle body itu, telah dibuat agar torsi menengah hampir merata di semua putaran. Sehingga pengendaraan akan terasa bertenaga setiap memelintir gas, pengendaraan penjelajahan yang cenderung relaks seperti cruiser. (Afid/nm)

first_ride_motoguzzi_roamer_1

(+) Desain cruiser retro, pengendalian, torsi merata

(-) Panas mesin, desain knalpot, celah tanah

Spesifikasi Moto Guzzi V9 Roamer
Mesin    90° V-twin melintang (transversal) 4-stroke, 2-katup per silinder, berpendinginan udara dan oli
Kapasitas 853 cc
Bore 84 mm x stroke 77 mm
Rasio kompresi 10,5:1
Tenaga 55 daya kuda @ 6.250 rpm
Torsi 65 Nm @ 5.500 rpm
Suplai bahan bakar injeksi elektronik Marelli MIU, single throttle body
Transmisi 6 percepatan manual
Dimensi panjang 2.240 mm x lebar 865 mm
Jarak sumbu roda 1.465 mm
Tinggi jok 785 mm
Trail/rake 125,1 mm 16,4 derajat, sudut putar 2 x 38 derajat
Penggerak akhir kopel
Berat 199 kg
Kapasitas tangki 15 liter

Rem depan cakram floating tunggal, 320 mm kaliper Brembo 4 piston, belakang cakram fixed tunggal 260 mm, kaliper floating 2 piston
Suspensi depan garpu teleskopik 40 mm, belakang swingarm dengan shockabsorber ganda dengan pengaturan preload

Ban depan 100/90 – 19”, belakang 150/80 – 16”
Harga Rp 570juta (OTR Jakarta)
Warna pilihan Giallo Solare (kuning matahari), Bianco Classico (putih klasik) White), Rosso Rubino (merah ruby)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here