Tips Persiapan Berkendara di Malam Hari

0

Tips_Night_Riding

Jakarta (naikmotor) Di luar konteks kriminal yang kini tengah mengancam pengendara malam, kita pun harus preventif tentang segala kemungkinan risiko yang terjadi saat berkendara malam hari. Ada dua tantangan berkendara di saat gelap atau malam hari, yakni melihat dan terlihat.

Kunci pentingnya: lampu yang terang, pakaian dan helm yang reflektif. Pemakaian rompi warna cerah dan reflektif seperti yang digunakan Polisi dan pekerja proyek jalanan, bisa menjadi opsi yang baik. Atau sticker-sticker grafis yang reflektif pada motor bisa menjadi aksesoris yang mendukung.

Saat berkendara jangan segan-segan menyalakan lampu jauh atau flashing untuk menegaskan keberadaan Anda atau menarik perhatian pengendara lain. Terutama saat berbelok atau menyalip atau meminta jalan. Tetapi jangan sampai membuat pengguna lalu lintas lainnya terganggu, dengan menyalakannya terus menerus tanpa ada maksud.

Jika akan mengerem tekan tuas atau pedal sedikit tetapi berulang-ulang sebelum pengereman sebenarnyanya, agar lampu rem berkedip dan menjadi atensi pengendara lainnya. Untuk itu lakukan pengereman lebih dini.

Jauh sebelum berkendara, pastikan lampu utama bekerja dengan baik demikian dengan lampu rem dan sein. Pastikan bola lampu utama belum terlihat berjelaga. Cek juga reflektor lampu tidak buram, demikian dengan kaca batok lampu tidak mempunyai banyak goresan, bersihkan jika kotor.

Pastikan sorot lampu cukup jauh, menurut peraturan Kemenhub, lampu utama harus mampu menerangi jalan setidaknya sejauh 40 meter. Tetapi jangan pula sorotan lampu menyilaukan pengguna lalu lintas lainnya, sebab ada pasal UU Lalu Lintas yang bisa membuat Anda didenda Rp 500 ribu atau penjara 2 bulan.

Jika berkendara di luar kota, waspadailah penyeberang jalan dan hewan liar yang aktif di malam hari. Yang penting lagi, beritahukan kepada saudara, keluarga atau teman bila bepergian malam hari untuk menjaga hal-hal yang tidak diinginkan.(af/NM)

Tips_Night_Riding_1

LEAVE A REPLY

*