Bagaimana Cara Memilih Busi yang Baik?

0

Busi_NGK_Iridium
Memilih busi yang baik harus memperhatikan masa pakai dan spesifikasinya. Busi NGK memiliki varian produk yang telah disesuaikan dengan kendaraan. Foto: Arif

Jakarta (naikmotor) – Di mesin pembakaran dalam diperlukan percikan api untuk menghasilkan ledakan tenaga. Dan peran itu dimiliki busi. Bagaimana cara memilih busi yang baik?

Busi perlu diperhatikan masa pakai dan spesifikasinya. Seperti yang diungkap oleh Agus Tan, General Manager Sales & Marketing NGK Indonesia, “Pastikan dulu spesifikasi busi pengganti sesuai dengan rekomendasi pabrikan, karena sebuah busi yang ditetapkan pasti sudah melalui pengujian. Demikian juga di pihak produsen busi, produk sudah disesuaikan dengan spesifikasi serta karakter sepeda motor.”

Lebih lanjut Agus Tan menjelaskan, “Hindari penggunaan busi palsu, meski lebih murah tetapi ingat, investasi dari sebuah sepeda motor jauh lebih mahal.”

“Busi NGK yang asli memiliki ring (gasket) yang susah dilepas, sementara busi palsu ringnya mudah copot. Produk busi NGK yang asli juga ada lot number yang ditap, sedangkan produk palsu tidak ada, kalaupun ada tidak rapi. Perhatikan keramik produk asli yang lebih putih bersih, sedangkan produk palsu lebih kusam. Karena busi palsu menggunakan material yang murah. Dan risiko terlepasnya elektroda sangat besar pada busi palsu, karena pengelasan apa adanya. Itu bisa merusak mesin pastinya,” tegasnya.

“Terakhir, ganti busi sesuai masa pakai, misalnya untuk tipe nikel setiap 5.000-7.500 km, tipe Iridium 25 ribu-30 ribu km, serta platinum bisa setiap 80 ribu km,” pungkasnya. (Afid/Arif/nm)

LEAVE A REPLY

*