Superbike Norton F1 Bermesin Rotary, Rancangan Desainer Pakaian

0

Norton_F1_Superbike
Superbike Norton F1 berjaya di era 1980 dan 1990-an dengan mesin rotary serta didukung parts berkelas. Foto: Fasterandfaster

London (naikmotor) – Pada tahun akhir 1980-an hingga awal 1990-an, Superbike Norton F1 dianggap paling eksotik di dunia. Rancangannya tidak main-main karena dipasok racing parts berkelas.

Norton F1 bersasis twin spar aluminium rancangan Spondon, pelek PVM, rem Brembo dan suspensi adjustable WP. Sosoknya makin garang dengan full fairing berkelir hitam, abu-abu dan emas, hasil pengecatan di ‘John Player Special’ membuatnya menonjol dari Superbike di era tersebut lainnya.

Tetapi yang paling menarik adalah model menggunakan mesin rotary, meskipun beberapa merek telah menerapkannya seperti Honda RC30, Yamaha OW01 dan Bimota BK4, namun tidak satupun dari mesin-mesin berperforma seperti Norton F1.

Norton_F1_Superbike_2

Mesin rotary twin-rotor berpendinginan cairan dengan kapasitas 588cc, memiliki putaran sangat cepat, menghasilkan 85 daya kuda dan membuat mampu meraih kecepatan puncak 225 km/jam. Hasilnya Norton F1 banyak meraih kemenangan termasuk di ajang Isle of Man TT pada 1992.

Superbike ini dirancang oleh desainer Inggris, Richard Seymour dan Dick Powell dari Seymourpowell, yang sebenarnya sebuah perusahaan desain pakaian di London. Keduanya pernah juga merancang Yamaha  dan BMW Motorrad berbahan bakar hidrogen, ENV. Maklum keduanya jebolan Royal College of Art.

Awal perancangannya sepertinya mudah, apalagi setelah keduanya mempelajari Honda CBR600, CBR1000F, dan Bimota DB1. Tetapi semakin lama merancang mereka menemukan realitas, semua desain itu model-model merujuk pada aerodinamika yang rumit, tetapi itulah penunjang sepeda motor yang futuristik.

Norton_F1_Superbike_4

Meski didesain seperti tertutup dan pengendara tampak menyatu menjadi bagian dari sepeda motor, namun desain bagian belakang cukup inovatif. Kenapa? karena udara panas dari mesin dan pendinginannya dirancang agar mengalir keluar dari bawah. Sehingga bodi motor seperti satu kesatuan bentuk yang mulus.

Persoalan lainnya, mesin Wankel itu intake-nya berada di tengah kedua rotor, sehingga udara masuk akan melalui bagian dari exhaust membuatnya terlalu panas mengakibatkan tenaganya hilang.

Dengan bantuan Brian Crighton engineer dari Lichfield, bagian exhaust dipasangi saluran venturi udara yang akan menarik udara sekaligus mendinginkan bagian internal, Brian menamakannya Exhaust Ejector. Ide Brian itu telah menarik pihak Norton untuk memperkerjakannya di bagian strategis dan racing.(Afid/nm)

Norton_F1_Superbike_3

LEAVE A REPLY