Mike Webb: Hukuman Iannone Lebih Berat

0

Iannone_VS_Lorenzo_Crash_Catalunya
Insiden yang terjadi antara Iannone dan Lorenzo di Catalunya telah diputuskan oleh Race Director MotoGP, Mike Webb kalau Iannone bersalah. Foto: Crash Media

Jakarta (naikmotor) – Polemik mengenai insiden yang melibatkan Jorge Lorenzo dan Andrea Iannone di MotoGP Catalunya lalu, akhirnya diklarifikasi oleh Race Director MotoGP Mike Webb.

Mengacu pada data telemetri dari kedua pembalap, Iannone dinyatakan bersalah karena tidak segera mengerem saat jarak motor Ducati Desmodeci GP16 tungganganya sudah terlalu dekat dengan Yamaha M1 Lorenzo.

Pembalap berjuluk ‘The Maniac’ itu sudah ditetapkan mendapat sanksi start dari posisi paling belakang di MotoGP Assen yang berlangsung 26 Juni nanti. Hukuman itu diterima Iannone, sebab dia sudah mengantongi akumulasi poin penalti, akibat insiden dengan rekan setimnya Andrea Dovizioso di Argentina termasuk Lorenzo di Catalunya.

Sejatinya, data telemetri dari motor Ducati Iannone menunjukan, saat tabrakan terjadi, pembalap berusia 27 tahun itu mengerem di jarak yang sama seperti lap-lap sebelumnya. Namun, race director menyatakan, seharusnya dia mengantisipasi jarak pembalap di depannya, dan mengerem lebih awal.

“Setelah berbicara pertama kali dengan Iannone (setelah kejadian), dia mengatakan telah mengerem di jarak yang sama sepanjang balapan, dan bilang Lorenzo menjadi sangat lambat sehingga tidak bisa menghindari tabrakan. Karena itu, saya melihat data dari motor mereka masing-masing. Ternyata mereka mengerem di titik yang sama seperti sebelumnya. Semua normal,” ujar Webb dikutip dari speedweek.

Saat itu, Lorenzo memang mengalami masalah dengan ban depannya, tapi setelah diinvestigasi, dia tidak melambat seperti yang disangkakan oleh Iannone. “Dia (Lorenzo) mengalami masalah dengan ban depannya, tapi itu tidak menjadi masalah. Iannone sudah membuat kesalahan karena  mendekati Lorenzo terlalu cepat. Karena itu hukuman dijatuhkan,” lanjut Webb.

Menanggapi keberatan Lorenzo yang merasa hukuman yang dijatuhkan terlalu ringan, Webb menilai start dari posisi paling belakang di Assen sudah cukup untuk pembalap yang akan pindah ke Suzuki musim depan itu.

“Untuk kesalahannya di Argentina, (Iannone) mendapat hukuman lebih ringan dibandingkan saat ini. Berdasarkan prosedur kami tahun ini, jika mengulangi kesalahan yang sama, hukuman yang didapatkan menjadi lebih berat. Kami pikir start dari posisi paling belakang di Assen cukup menjadi pelajaran untuknya di masa depan. Jorge merasa hukuman itu terlalu ringan, Iannone merasa hukuman itu terlalu berat. Kami memutuskan untuk mengambil keputusan yang seimbang, berdasarkan berbagai data,” tegas Webb. (yudistira/nm)

LEAVE A REPLY

*