Jusri Pulubuhu Berikan Tips Berkendara Naik BMW

1

JDDC_Maxindo_Moto_BMW_Motorrad
Jusri Pulubuhu (JDDC), Joe Frans (Maxindo Moto) dan Ari Wibowo (Brand Ambassador BMW) di acara safety riding IIMS 2016 lalu. Foto: Istimewa

Jakarta (naikmotor) – Di hari terakhir penyelenggaraan Indonesia International Motor Show (IIMS) 2016, Minggu (17/4/2016), PT Maxindo Moto Nusantara distributor resmi BMW Motorrad di Indonesia, mengadakan talkshow keselamatan berkendara untuk para pengunjung IIMS 2016.

Talkshow di booth BMW Motorrad, menghadirkan instruktur safety riding Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), Jusri Pulubuhu.

“Sudah menjadi komitmen kami yang tidak hanya hadirkan jajaran produk kelas dunia, tapi kami juga memberikan pembekalan pengetahuan dan pelatihan safety riding bagi konsumen kami,” ujar Joe Frans, CEO PT Maxindo Moto Nusantara, saat memberikan sambutan pada talkshow bertemakan “Going Extreme is a Chioce, But Safety a Must”.

Sementara Jusri Pulubuhu, menyampaikan, “Keselamatan berkendara bukan soal skill dan mental. Tetapi juga mematuhi rambu lalu lintas, konsentrasi dan bersikap waspada perlu diperhatikan dalam berkendara.”

“Riding itu yang penting kita bisa mengusasi sepeda motornya, tertuma fitur-fitur dan teknologi yang dimiliki seperti pada motor BMW. Selain itu kita juga harus memahami jalur terutama saat touring jarak jauh. Sikap waspada dan tertib berlalulintas juga harus diterapkan saat berkendara,” sambung instruktur keselamatan kondang itu.

Dalam talkshow dan demo test ride GS1200 K51 tahun 2016 dan R-Ninety itu, hadir pula Ari Wibowo, sebagai duta produk BMW Motorrad, “Jatuh cinta dengan sepeda motor BMW, selain karena teknologinya juga faktor kenyamanan. Dan BMW satu darah dengan Saya, karena Jerman tempat lahir dan ibu yang orang Jerman.”

Dalam kesempatan itu, Joe berjanji Safety Riding Coaching Clinic akan menjadi program rutin BMW Motorrad. (Afid/nm)

JDDC_Maxindo_Moto_BMW_Motorrad_1

1 COMMENT

  1. […] Menurut Jusri Pulubuhu, Direktur Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) wabah Pokemon Go semacam ini memiliki kecanduan tingggi yang membuat orang terus penasaran.” Otak kita dirangsang untuk terus meningkatkan kemampuan memainkannya dengan tahapan level. Nah, hubungannya dengan keselamatan tentunya harus waspada, baik pengendara maupun pejalan kaki atau penyeberang jalanan yang kadang lupa risiko mengancamnya,” sebut Jusri. […]

LEAVE A REPLY

*