Tips Mengenal Karakter Mesin Berpendinginan Udara dan Cairan

1

New-Sonic-150R_2015_launching_AHM_3
Mesin modern berperforma tinggi sudah dilengkapi dengan teknologi pendinginan radiator. Foto: Arif

Jakarta (naikmotor) – Sistem pendinginan mesin sebaiknya menjadi pertimbangan saat membeli sebuah sepeda motor. Tentunya mengenal pula kelebihan dan kekurangannya, baik pendingan yang mengandalkan udara (air cooled) atau pendinginan cairan (liquid cooled). Sekaligus bagaimana mengapresiasi mesinnya, bukan soal mana yang lebih baik.

Berikut karakter-karakter yang perlu diketahui tentang sistem pendinginan mesin:

-Motor berpendinginan udara memiliki karakteristik lebih berisik.

-Motor cruiser banyak menggunakan air cooled, sebab mesin cruiser umumnya berputaran rendah, dibandingkan sportbike.

-Motor sportbike cenderung menggunakan liquid cooled.

-Mesin air cooled biasanya lebih sederhana, sehingga penanganan kerusakannya akan mudah.

-Perangkat liquid cooled lebih rentan mudah rusak, seperti radiator atau oil cooler eksternal akan mudah rusak saat tabrakan.

-Motor dengan air cooled umumnya untuk mesin bersilinder tunggal atau ganda (parallel atau V-twin).

-Pada mesin liquid cooled, sirkulasi cairannya tak benar-benar melintasi bagian paling panas di kepala silinder. Tetapi sebenarnya ada gunanya sebagai kontrol terhadap detonasi dan emusi. Permukaan ruang bakar akan tetap cukup panas untuk menyelesaikan siklus pembakaran, tetapi tidak akan memicu detonasi atau menghasilkan emisi NOx.

-Liquid cooling lebih tangguh dalam pengendaraan jarak jauh.

-Transfer panas mesin liquid cooled jauh di depan motor, sehingga pengendara akan lebih nyaman berkendara meski di kemacetan. (Afid/nm)

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

*