Tips Mengenal lebih Jauh Fork Upside-Down

0
3979

Fork-Upside-Down
Fork upside-down (USD) dari Ohlins. Fork USD mulai popular pada sportbike 1990-an, karena kebutuhan sasis yang lebih rigid. Foto: Ohlins

Jakarta (naikmotor) – Garpu sepeda motor memiliki fungsi penting, menyerap guncangan agar tak menjalar ke sasis, sehingga pengendaraan terasa nyaman. Cara kerjanya tabung yang lebih kecil (stanchion) bergerak dalam tabung lebih besar yang mengikuti guncangan.

Gerakan tersebut disebut teleskopis, yang menekan (turun) dan naik. Gerak teleskopis tersebut dimungkinkan karena adanya per dalam tabung. Per bertugas menyerap energi guncang yang menjalar dari as roda depan yang menjalar dari roda ketika melalui gundukan. Sekaligus mereduksi getaran menjalar ke sasis sepeda motor.

Selanjutnya tugas oli dalam tabung untuk meredam gerak teleskopis, agar roda tak memantul berulang-ulang. Dan saat ini ada dua tipe garpu teleskopik, yakni tipe konvensional dengan tabung kecil berada di atas yang terikat pada segitiga komstir dan inverted atau upside down (USD) dengan tabung kecil berada di bawah dan terkoneksi dengan as roda.

Tipe konvensional telah lama ada dibandingkan tipe USD, karena desainnya lebih sederhana. Fork USD mulai popular pada sportbike 1990-an, karena kebutuhan sasis yang lebih rigid.

Saat USD belum diperkenalkan dalam dunia balap, untuk membuat garpu lebih kaku, dengan menambahkan semacam penjepit. Cara yang manjur pada beberapa kondisi. Tetapi ada langkah lain dengan memperbesar diameter tabung kecil, meski kelemahannya adalah bertambahnya bobot.

Dengan membalik garpu (USD), meski clamp garpu pada segitiga komstir menjadi besar juga, tetapi membuat garpu lebih kaku, dan jepitan clamp lebih kuat juga. Dan tentunya tabung kecil kini bisa lebih besar diameternya. Maka fork USD jauh lebih kaku dibandingkan tipe konvensional.

Tipe inipun memiliki tabung besar lebih panjang, sehingga memiliki jarak overlap yang jauh terhadap tabung kecil, demikian dengan bushingnya. Sehingga kekakuannya lebih baik, karena tabung kecil kini lebih pendek. Dengan rigidity demikian, maka pabrikan pun cukup mendesain tabung besar dengan dinding lebih tipis, dan bobotnya berkurang.

Selain itu, dengan diameter demikian maka makin besar ruang untuk unit peredaman tipe cartridge. Peredam cartridge memang tidak menambah rigiditas, tetapi memperbaiki karakter damping.

Tetapi fork USD tidak serta merta diterapkan pada semua sepeda motor karena harganya relatif mahal. Dan tak semua pengendaraan harian butuh suspensi sekaku fork USD di trek.

Kelemahan lainnya, soal perawatan, pada tipe konvensional, komponen lebih sedikit, memudahkan bongkar pasang. Termasuk mudah untuk mengganti oli dampernya. Mengganti per pun mudah dengan membuka tutup garpu di bagian atas.

Pada fork USD dengan semua di bagian bawah perlu langkah lebih banyak untuk membongkar pasang komponen dalamnya, termasuk ganti oli damper.

Dan kondisi yang paling berbahaya ketika, oli fork USD bocor, oli akan melumuri cakram rem, yang membuat pengereman tak optimal bahkan bisa blong. (Afid/nm)

LEAVE A REPLY

*